
Kejar Target Salur Bansos, Pemerintah Matangkan Program Satu Orang Satu Rekening dan Paket Stimulus 2026
JAKARTA — Pemerintah terus mematangkan skema Program Satu Orang Satu Rekening (One Person One Account) sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi akhir tahun 2026. Program strategis ini dirancang untuk memperluas inklusi keuangan formal sekaligus mempermudah penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, program pembukaan rekening gratis bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas dari kelompok desil 1 hingga desil 4 yang belum memiliki rekening ditargetkan terealisasi dalam dua bulan ke depan. Target sasarannya mencakup 25,16 juta jiwa penduduk dewasa, dengan saldo awal sebesar Rp50 ribu per rekening dan total alokasi anggaran mencapai Rp1,28 triliun.
Selain peluncuran program rekening gratis, pemerintah juga telah menyiapkan serangkaian paket stimulus ekonomi pendukung akhir tahun, antara lain:
- Bantuan Pangan Beras: Alokasi bantuan beras 10 kg per bulan diperuntukkan bagi 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
- Bantuan Subsidi Upah (BSU): Penyuluran BSU sebesar Rp900 ribu bagi 13,3 juta pekerja yang memiliki gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan atau di bawah UMP daerah.
- Insentif Transportasi Nataru: Dukungan sektor transportasi menyambut libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), meliputi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk tiket pesawat ekonomi domestik (periode 22 Desember–10 Januari), diskon tiket kereta api sebesar 30 persen, potongan harga tiket kapal laut PT Pelni, hingga pembebasan tarif jasa kepelabuhanan di 14 pelabuhan milik PT ASDP Indonesia Ferry.
Langkah komprehensif ini diharapkan tidak hanya mempercepat integrasi layanan keuangan digital nasional, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat serta mendongkrak perputaran ekonomi di sektor pariwisata dan konsumsi rumah tangga jelang penghujung tahun.