Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • FREE PALESTINE
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
  • FREE PALESTINE
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • FREE PALESTINE
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
  • FREE PALESTINE
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
Close

Search

GET INSIGHTHERITAGE

Uji Sahih Integrasi Manuskrip Bo’ Sangaji Kai

By Redaksi GETNEWS.
7 November 2026 3 Min Read
0

Di balik pengakuan UNESCO MOWCAP 2026, janji memasukkan naskah kuno Bima ke kurikulum sekolahterganjal kelangkaan pengajar dan kepastian anggaran daerah.

MATARAM — Pengakuan internasional terhadap manuskrip kuno Bo’ Sangaji Kai dalam daftar Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MOWCAP) UNESCO 2026 disambut euforia oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

​Warisan intelektual abad ke-17 hingga ke-19 dari Kesultanan Bima tersebut kini tidak lagi sekadar artefak lokal. Naskah ini merekam memori penting peradaban Nusantara: mulai dari rekam jejak diplomasi kawasan, saksi sejarah letusan dahsyat Gunung Tambora pada 1815, hingga sistem hukum berkeadilan yang menjamin pelindungan hak-hak perempuan pada zamannya.

​Menanggapi penetapan bersejarah itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong alih bahasa naskah secara komprehensif ke dalam bahasa Indonesia untuk segera diintegrasikan sebagai muatan lokal (mulok) kurikulum sekolah di wilayah budaya Mbojo—mencakup Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Dompu.

​Namun di balik seruan politik tersebut, ambisi membawa nilai naskah kuno ke ruang kelas sekolah membentur tembok keretakan eksekusi di lapangan.

​Antara Euforia & Ganjalan Realitas

​Pengintegrasian naskah klasik ke dalam kurikulum pendidikan formal tidak sesederhana membagikan buku cerita. Ada tiga kendala fundamental yang membayangi komitmen Pemprov NTB:

  • ​Kelangkaan Tenaga Pendidik Filologi: Mayoritas guru sekolah dasar dan menengah di NTB tidak dibekali keahlian transliterasi aksara Arab-Melayu (Jawi/Serang) atau pemahaman hermeneutika sejarah lokal. Tanpa pelatihan masif, pengajaran berisiko dangkal dan sekadar hafalan teknis.
  • ​Ketiadaan Anggaran Alih Bahasa & Modul Ajar: Proses alih bahasa naskah secara ilmiah hingga penerbitan modul pedagogi yang ramah anak membutuhkan dana yang tak sedikit. Hingga kini, belum ada alokasi dana khusus yang dipatok secara pasti dalam APBD untuk pengadaan buku turunan tersebut di tingkat kabupaten/kota.
  • ​Kesenjangan Infrastruktur Digital: Rencana penyebaran bahan ajar berbasis digital terancam mengalami ketimpangan akses antara sekolah di perkotaan dan sekolah di pelosok pedalaman Mbojo.
AUDIT STRATEGIS

Kesiapan Integrasi Kurikulum Naskah Bo’ Sangaji Kai

GETNEWS VANTAGE ANALYSIS
Parameter AuditKondisi FaktualImplikasi Kebijakan & RisikoRekomendasi Solusi
Kapasitas Tenaga Pendidik GAP TINGGI Minimnya guru sekolah dasar/menengah yang menguasai filologi dan analisis naskah kuno. Pengajaran berisiko sekadar hafalan sejarah permukaan tanpa pemahaman nilai substansi manuskrip. Pelatihan Sertifikasi Pedagogi Filologi bagi guru mulok bekerjasama dengan akademisi kampus lokal.
Alokasi Anggaran APBD BELUM POPULER Belum ada pos anggaran spesifik penerbitan buku ajar mulok berbasis naskah di Dikbud daerah. Instruksi gubernur berpotensi mangkrak di tingkat Dinas Pendidikan kabupaten/kota karena ketiadaan dana eksekusi. Penerbitan SK Alokasi Dana Pendamping Kurikulum Daerah dalam APBD Murni/Perubahan.
Digitalisasi & Aksesibilitas TANTANGAN TEKNIS Arsip digital naskah belum terdistribusi merata ke platform pembelajaran sekolah di daerah. Kesenjangan akses bahan ajar antara sekolah perkotaan dan sekolah di pelosok Bima-Dompu. Pengembangan E-Library Manuskrip Daerah terintegrasi dengan portal pembelajaran NTB Satu Data.
Sumber: Dokumen UNESCO MOWCAP, Keterangan Resmi Pemprov NTB & Analisis Redaksi GETNEWS (2026) GETNEWS INSIGHT © 2026

Menagih Komitmen Berkelanjutan

​Menjadikan Bo’ Sangaji Kai sebagai bagian dari memori kolektif generasi muda Mbojo adalah langkah peradaban yang vital. Catatan sejarah letusan Tambora 1815 hingga prinsip hukum pelindungan perempuan di dalamnya adalah modal pembentukan karakter yang tidak ternilai.

​Namun, komitmen pelestarian budaya tidak boleh berhenti di papan ucapan selamat atas penghargaan UNESCO. Pemprov NTB bersama jajaran pemerintah daerah di Bima dan Dompu harus mengimbangi instruksi politik ini dengan skema penganggaran APBD yang konkret, peta jalan training of trainers (ToT) bagi para guru, serta penyusunan buku ajar yang terukur.

​Tanpa kesiapan itu semua, pengakuan UNESCO berisiko hanya menjadi hiasan etalase museum, sementara naskahnya tetap asing di tanah kelahirannya sendiri.

Emha Firmansyah/Evi Febriandini/Lee

Foto: Wikipedia/GETNEWS.

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

Bo Sangaji KaiGetNews HeritageKESULTANAN BIMAKurikulum Muatan LokalLalu Muhamad IqbalPEMPROV NTBSejarah Tambora 1815UNESCO MOWCAP 2026
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Previous

Cultural Diplomacy: President Prabowo Receives Credentials from 11 Ambassadors at Merdeka Palace

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP