Jakarta, getnews – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira menyoroti maraknya kasus penculikan anak yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia menyebut bahwa fenomena tersebut berkaitan erat dengan tindak pidana perdagangan orang, khususnya yang menyasar anak-anak. Menurutnya, situasi ini membutuhkan kewaspadaan tinggi dari berbagai pihak karena menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda.
Andreas menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga kewajiban negara. Ia menilai negara harus hadir secara kuat untuk memastikan anak-anak terbebas dari ancaman penculikan maupun praktik jual beli manusia.
“Ini kewajiban negara untuk memberikan perlindungan sehingga tidak terjadi peristiwa-peristiwa seperti ini,” ujarnya kepada Parlementaria di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Ia juga mendorong pemerintah melakukan tindakan tegas dan terukur dalam menanggulangi kejahatan tersebut. Menurut Andreas, aparat penegak hukum, terutama kepolisian dan intelijen, perlu memperkuat pengawasan serta mencegah jaringan perdagangan orang beroperasi.
“Pihak kepolisian dan intelijen harus bertindak untuk mencegah terjadinya penjualan anak-anak dan tindak pidana perdagangan orang pada umumnya,” tegasnya.
Andreas berharap pemerintah meningkatkan koordinasi dan langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terus berulang, demi menjamin keamanan dan masa depan anak-anak Indonesia. (gal/aha)
Foto cover: Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira
dpr.go.id




