Surabaya, GETNEWS – Langit Jawa Timur kini menjadi arena ‘perang’ teknologi. Demi mencegah bencana yang lebih besar, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama BNPB resmi meluncurkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama lima hari, dimulai sejak 26 November 2025.
Operasi ini adalah langkah antisipasi darurat terhadap potensi banjir lahar dingin di Kabupaten Lumajang, menyusul penumpukan material erupsi Gunung Semeru.
Misi ‘Menghalau Hujan’: Jaga Hulu agar Semeru Tak Meluap
Fokus utama OMC kali ini sangat spesifik: mengurangi intensitas hujan di wilayah hulu sebelum awan mencapai Lumajang. Dengan berkurangnya hujan ekstrem, risiko lahar dingin yang bersifat destruktif dapat direduksi.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menegaskan misi ini juga untuk antisipasi bencana hidrometeorologi basah lainnya seperti longsor.
“Objektivitas misi OMC di Jawa Timur kali ini lebih difokuskan untuk antisipasi banjir lahar dingin, pasca erupsi Gunung Semeru. Supaya hujan di hulu tidak terlalu ekstrem, maka potensi banjir lahar dingin dapat direduksi,” kata Seto.
Pesawat Cessna Melawan Sinyal Rossby dan OLR Negatif
Pelaksanaan OMC didasarkan pada analisis meteorologi yang detail. BMKG mendeteksi potensi pertumbuhan awan hujan signifikan yang dipicu oleh sinyal Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif dan aktivasi Gelombang Rossby Equator—fenomena cuaca yang meningkatkan risiko bencana susulan.
Dari Lanudal Juanda, Surabaya, BMKG mengoperasikan pesawat Cessna Caravan. Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan, hingga hari ini telah dilakukan empat sorti penerbangan dengan total empat ton bahan disemai.
Pesawat ini bertugas mengintervensi awan yang berpotensi menjadi hujan lebat sebelum awan tersebut mencapai area target yang ingin diamankan (Kabupaten Lumajang). Hal ini dilakukan dengan pertimbangan keselamatan, mengingat Gunung Semeru masih aktif.
Soliditas Sinergi: Misi Harus Tepat Waktu dan Tepat Sasaran
Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Edison Kurniawan, menekankan soliditas sinergi antara BMKG dan BNPB. BMKG secara aktif memberikan rekomendasi teknis kepada BNPB untuk memastikan upaya mitigasi dilaksanakan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Misi OMC ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menggunakan teknologi tinggi untuk melindungi masyarakat dari ancaman alam. Harapannya, “serangan balik” teknologi ini dapat mengamankan wilayah Lumajang dari bencana susulan yang lebih besar. (Emha/BMKG)




