BATAM, getnews – Pengelolaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan perbaikan signifikan. Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI optimistis 90% temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terkait penyaluran KUR di BNI telah tuntas diselesaikan.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua BAKN DPR RI, Amin AK, usai meninjau langsung dan menggelar pertemuan dengan Direksi BNI di Batam, Senin (1/12/2025).
Cek Dana Rp 10 Triliun: Mengapa BNI Jadi Sorotan?
Kunjungan ini dilakukan BAKN untuk menindaklanjuti temuan BPK pada periode sebelumnya (2021–2024). BNI sebagai bank Himbara mendapat alokasi KUR cukup besar, mencapai Rp 10 triliun pada tahun 2024.
Amin AK menjelaskan, sebagian temuan BPK muncul karena KUR secara umum bukan merupakan core business dari BNI.
“Karena BNI adalah bank Himbara yang diberikan kepercayaan oleh pemerintah untuk menyalurkan KUR… maka kami berharap ini dikelola dengan sebaik-baiknya dan menjadi bagian dari bisnisnya BNI,” ujar Amin AK.
Kepercayaan Penuh: 90% Masalah Audit Sudah Dibereskan
Meskipun alokasinya yang terkecil dibanding bank Himbara lain, DPR meyakini BNI telah melakukan peningkatan tata kelola yang luar biasa.
Amin AK menyatakan keyakinannya bahwa temuan BPK tahun-tahun sebelumnya sudah ditindaklanjuti.
“Tahun ini seandainya nanti diperiksa oleh BPK dan hasil auditnya keluar pada 2026, maka saya kira 90 persen dari temuan itu sudah tidak ada karena semua yang menjadi rekomendasi BPK sudah ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Mandat Utama: UMKM Kunci Pertahanan Ekonomi
DPR RI menekankan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap pelaku UMKM harus terus diperkuat. Amin menyebut, UMKM kini mencapai 65 juta unit di Indonesia, berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB, serta menyerap tenaga kerja hingga 97%.
“Bahkan saat krisis ekonomi global melanda, UMKM ini tetap bertahan. Karena itu pemerintah harus memiliki keberpihakan dan perhatian yang bagus kepada UMKM untuk pemberdayaan dan peningkatan kelasnya melalui dukungan KUR,” jelasnya.
BAKN berharap BNI dapat semakin optimal menjalankan peran strategis ini, menjamin dana triliunan rupiah tersebut tepat sasaran untuk mendukung keberlangsungan usaha rakyat.




