PADANG, getnews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terkini bencana Sumatra Barat, mencatat jumlah korban jiwa mencapai 194 orang meninggal dunia dan 111 orang masih hilang. Angka ini menegaskan skala tragedi yang berpusat di Padang Pariaman (37 MD, 32 hilang) dan Agam (132 MD, 71 hilang).
Namun, di tengah duka, BNPB juga melaporkan perkembangan signifikan dalam upaya pemulihan yang masif dan terkoordinasi.
Baca juga: 7 KRI, Hercules, dan 8 Jembatan Bailey Siap! Operasi Terpadu TNI-Polri Buka Paksa Akses Sumatra
Korban dan Kerusakan Bangunan:
| Kategori Dampak | Jumlah |
|---|---|
| Meninggal Dunia | 194 |
| Hilang | 111 |
| Luka-luka | 112 |
| Mengungsi | 22.824 jiwa |
| Kerusakan Rumah (TOTAL Terdampak) | 5.271 rumah |
| – Rusak Berat | 1.344 unit |
| – Rusak Sedang | 325 unit |
| – Rusak Ringan | 631 unit |
Akses Terbuka: Starlink, Jalan, dan Hujan Turun
Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pemulihan layanan dasar menunjukkan kemajuan pesat.
- Akses Transportasi: Progres jalur transportasi sudah signifikan. Akses dari Manggopoh ke Padang Luar masih dalam pengerjaan, dan sejumlah titik lain progresnya sudah di atas 50%.
- Komunikasi Pulih: Jaringan sudah on air di Agam (Malalak) dan Kota Padang. Komdigi menyalurkan 32 unit perangkat Starlink gratis sebagai backup yang mampu menghasilkan internet hingga 300 Mbps, memastikan seluruh posko terhubung.
- OMC Berhasil: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah berjalan 12 sorti berhasil mencatat penurunan curah hujan sebesar 34,58 persen, membantu mempercepat evakuasi.
Logistik: Laut dan Udara Dikerahkan Maksimal
BNPB memastikan seluruh kementerian dan lembaga bekerja secara optimal. Distribusi logistik darurat dilakukan secara terpadu melalui berbagai jalur:
- Jalur Udara: Bantuan (beras, obat-obatan, APD, susu bayi) dikirim melalui helikopter Caracal, Dolphin, dan Bell dari Lanud Silangit, Lanud Sultan Iskandar Muda, dan bandara di Sumbar.
- Jalur Laut: Distribusi menggunakan Express Bahari menjangkau wilayah pesisir.
Komdigi juga mengoperasikan repeater kebencanaan di Puncak Gunung Senggala untuk memperkuat komunikasi darurat di 9-10 kabupaten/kota.
infopublik.id




