Nasional Peristiwa SUMATRA

194 Korban Jiwa dan 111 Hilang: BNPB Laporkan Jalan Mulai Terbuka, OMC Sukses Turunkan Hujan 34%

Sisa material banjir di perumahan Griya Permata I, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, pada Selasa (2/12/2025). (Foto: Emmanuel Kristi/IGID)

PADANG, getnews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terkini bencana Sumatra Barat, mencatat jumlah korban jiwa mencapai 194 orang meninggal dunia dan 111 orang masih hilang. Angka ini menegaskan skala tragedi yang berpusat di Padang Pariaman (37 MD, 32 hilang) dan Agam (132 MD, 71 hilang).

​Namun, di tengah duka, BNPB juga melaporkan perkembangan signifikan dalam upaya pemulihan yang masif dan terkoordinasi.

Baca juga: 7 KRI, Hercules, dan 8 Jembatan Bailey Siap! Operasi Terpadu TNI-Polri Buka Paksa Akses Sumatra

Korban dan Kerusakan Bangunan:

Data Korban dan Kerusakan Infrastruktur (Per 3 Desember 2025)
Kategori DampakJumlah
Meninggal Dunia194
Hilang111
Luka-luka112
Mengungsi22.824 jiwa
Kerusakan Rumah (TOTAL Terdampak)5.271 rumah
– Rusak Berat1.344 unit
– Rusak Sedang325 unit
– Rusak Ringan631 unit

Akses Terbuka: Starlink, Jalan, dan Hujan Turun

​Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pemulihan layanan dasar menunjukkan kemajuan pesat.

  1. Akses Transportasi: Progres jalur transportasi sudah signifikan. Akses dari Manggopoh ke Padang Luar masih dalam pengerjaan, dan sejumlah titik lain progresnya sudah di atas 50%.
  2. Komunikasi Pulih: Jaringan sudah on air di Agam (Malalak) dan Kota Padang. Komdigi menyalurkan 32 unit perangkat Starlink gratis sebagai backup yang mampu menghasilkan internet hingga 300 Mbps, memastikan seluruh posko terhubung.
  3. OMC Berhasil: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah berjalan 12 sorti berhasil mencatat penurunan curah hujan sebesar 34,58 persen, membantu mempercepat evakuasi.

Logistik: Laut dan Udara Dikerahkan Maksimal

​BNPB memastikan seluruh kementerian dan lembaga bekerja secara optimal. Distribusi logistik darurat dilakukan secara terpadu melalui berbagai jalur:

  • Jalur Udara: Bantuan (beras, obat-obatan, APD, susu bayi) dikirim melalui helikopter Caracal, Dolphin, dan Bell dari Lanud Silangit, Lanud Sultan Iskandar Muda, dan bandara di Sumbar.
  • Jalur Laut: Distribusi menggunakan Express Bahari menjangkau wilayah pesisir.

​Komdigi juga mengoperasikan repeater kebencanaan di Puncak Gunung Senggala untuk memperkuat komunikasi darurat di 9-10 kabupaten/kota.

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *