PADANG, getnews – Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) kini sepenuhnya terbebas dari masalah listrik pascabencana. Seluruh jaringan listrik di 19 kabupaten dan kota di Sumbar dinyatakan pulih 100 persen pada Jumat (5/12/2025).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut pemulihan ini sebagai kemajuan signifikan, di mana wilayah terakhir yang kembali menyala adalah Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, setelah petugas PLN bekerja keras menghadapi medan berlumpur.
Fokus Beralih: Akses Jalan Menjadi Tantangan Utama
Meskipun layanan listrik telah pulih, penanganan darurat kini beralih total ke infrastruktur transportasi, yang mengalami kerusakan parah:
- Jalan Nasional: 30 ruas jalan dan 12 jembatan nasional terdampak.
- Titik Longsor/Banjir: 63 titik jalan terdampak longsor dan 32 titik terdampak banjir.
- Jalan Non-Nasional: 80 ruas jalan dan 32 jembatan non-nasional juga rusak.
Jalur Sicincin – Padang Panjang Putus Total
Satu ruas jalan utama masih menjadi fokus kritis: ruas Sicincin – batas Kota Padang Panjang KM 63+500. Di lokasi ini, longsor yang parah telah menggerus bahu jalan dan memutus satu jalur utama.
- Target Perbaikan: Kerusakan yang berat membuat perbaikan diperkirakan berlangsung selama 14 hari.
- Target Sementara: Membuka satu lajur terlebih dahulu untuk kendaraan ringan.
23 Ekskavator Dikerahkan Buka Akses Utama
Untuk mempercepat penanganan darurat, Kementerian PUPR dan perangkat daerah mengerahkan sumber daya maksimal, termasuk: 23 ekskavator, 11 dump truck, dan 6 wheel loader.
Seluruh peralatan tersebut dimobilisasi ke titik-titik terdampak untuk menyingkirkan material longsor dan menormalkan kembali jalur transportasi.
Sementara itu, sejumlah akses utama lain yang sudah dapat dilalui dan menjadi jalur logistik utama meliputi:
- Padang – Pariaman – Pasaman Barat – Batas Sumatra Utara.
- Padang Panjang – Bukittinggi – Batas Riau.
- Padang – Painan – Batas Bengkulu.
- Padang – Solok – Dharmasraya – Batas Jambi.
infopublik.id




