BADUNG, getnews – DPR RI Komisi VI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Badung, Bali, untuk memastikan kesiapan penuh sektor perbankan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Fokus utama pengawasan adalah mitigasi risiko transaksi saat lonjakan mobilitas dan penggunaan layanan digital di pusat pariwisata.
Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini menegaskan bahwa stabilitas ATM, mobile banking, dan keamanan transaksi 24/7 harus terjamin selama periode Nataru.
“ATM bukan hanya soal mesinnya. Ada potensi kartu tertelan, kejahatan jalanan, mobile banking down saat beli tiket wisata. Semua harus dimitigasi,” tegasnya usai bertemu perwakilan Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan Danantara.
Mandiri dan BNI Siapkan Dana Kartal Total Rp 63 Triliun
Audit DPR mendapati BUMN perbankan telah menyiapkan logistik dan teknologi skala besar untuk menghadapi puncak transaksi.
- Mandiri: Menyiapkan Rp 44 Triliun uang kartal nasional (1 Des 2025–2 Jan 2026). Bank ini juga menjamin kapasitas sistem IT mampu menangani 2–4 kali puncak transaksi dan menguatkan dual data center active-active dengan monitoring 24/7.
- BNI: Menyiapkan Rp 19,51 Triliun uang kas nasional, dengan alokasi khusus Rp 1,2 Triliun untuk kebutuhan kas Bali.
Perwakilan Danantara menegaskan bahwa semua BUMN perbankan diwajibkan menjaga performa dan meningkatkan kualitas layanan saat kompleksitas transaksi meningkat selama Nataru.
DPR RI akan terus mengawal kesigapan ini, mengingat proyeksi stok uang tunai nasional pada Nataru 2025/2026 diproyeksikan mencapai Rp 41,2 triliun, meningkat 3% dari tahun sebelumnya.




