JAKARTA, getnews – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan perkembangan signifikan dalam pemulihan konektivitas digital di wilayah terdampak bencana Sumatra. Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menegaskan bahwa jaringan telekomunikasi di Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar) kini telah mencapai tingkat pemulihan di atas 90 persen.
Capaian pemulihan ini dinilai sangat vital untuk mendukung evakuasi, koordinasi bantuan, dan komunikasi warga di masa darurat.
Sumbar dan Sumut Stabil, Aceh Jadi Prioritas Utama
Menteri Meutya Hafid menyampaikan, percepatan pemulihan jaringan dilakukan bersama operator di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
Data per Rabu (10/12/2025) menunjukkan pemulihan telah mencapai:
- Sumatra Barat: Stabil di angka 98 persen.
- Sumatra Utara: Pulih kurang lebih 96 persen.
Sementara itu, untuk Aceh, yang mengalami dampak infrastruktur telekomunikasi paling berat, pemulihan berjalan progresif.
“Tadi saya disampaikan Telkomsel sudah 50 persen, beberapa hari lalu kita masih 40 persen,” ujar Meutya Hafid, seraya memastikan percepatan terus digenjot di wilayah tersebut.
Jaringan Sebagai Tulang Punggung Pemulihan
Menkomdigi menekankan bahwa akses jaringan adalah kebutuhan mendesak di masa krisis untuk memastikan informasi cepat, akurat, dan dapat dijangkau semua pihak. Bahkan, proses pemulihan terus berjalan tanpa jeda meskipun beberapa pegawai operator telekomunikasi juga menjadi korban bencana.
“Ini yang ditunggu oleh masyarakat karena konektivitas juga menjadi bagian penting dari pemulihan bencana,” tandas Menkomdigi.
Pemerintah bersama operator berkomitmen menjaga stabilitas jaringan hingga seluruh wilayah terdampak kembali pulih sepenuhnya, memastikan proses penanganan, distribusi bantuan, dan komunikasi keluarga dapat berjalan lancar.
infopublik.id




