Nasional NEWS

Tolak Bantuan Asing, Mayoritas Publik Percaya Pemerintah Tangani Bencana Sumatera Secara Mandiri

JAKARTA, getnews – Pemerintah Indonesia memastikan penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berada dalam kendali nasional. Penegasan ini sejalan dengan meningkatnya kepuasan publik terhadap kemampuan negara dalam menangani keadaan darurat secara mandiri.

​Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa pemerintah memiliki kapasitas yang sangat kuat untuk mengatasi situasi saat ini tanpa perlu bantuan asing.

“Beliau (Presiden Prabowo) sudah mengambil suatu evaluasi, bahwa bencana ini adalah bencana yang bisa kita atasi oleh bangsa sendiri,” ujar Sjafrie usai memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin, Makassar.

​Sjafrie Sjamsoeddin menambahkan bahwa seluruh armada logistik (darat, laut, dan udara) telah digerakkan secara terkoordinasi, dan stok obat-obatan serta tenaga medis dalam kondisi aman, berbeda jauh dengan situasi Tsunami Aceh 2004.

Sikap Pemerintah: Mengandalkan Kapasitas Nasional

​Sikap ini dikuatkan oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono, yang menyampaikan bahwa pemerintah tetap mengandalkan kemampuan dalam negeri dan belum membuka mekanisme bantuan asing.

“Saat ini kita belum membuka (bantuan asing). Saya yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan semua kekuatan yang ada,” kata Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta.

​Dukungan internasional hanya akan diminta bila kemampuan nasional sudah tidak mencukupi, namun saat ini pemerintah optimistis.

Optimisme Didukung Jajak Pendapat Litbang Kompas

​Optimisme pemerintah ini sejalan dengan persepsi publik yang terekam dalam jajak pendapat Litbang Kompas:

  • Keyakinan Tanpa Bantuan Asing: Sebanyak 54,2% responden yakin dan 12,3% responden sangat yakin pemerintah mampu menangani bencana tanpa bantuan asing.
  • Komitmen Penanganan: Mayoritas (56,4%) responden percaya pemerintah pusat memiliki komitmen kuat menjadikan penanganan bencana sebagai agenda prioritas nasional.

​Meskipun demikian, 41,6% responden menilai komitmen tersebut masih perlu diperkuat, menandakan ruang evaluasi tetap terbuka. Dengan dukungan publik dan kesiapan nasional yang kuat, pemerintah optimistis proses pemulihan di wilayah terdampak dapat berlangsung lebih cepat dan semakin mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *