NEWS

Tawa Kembali Hadir di SD Kartika Deli Serdang

Siswa-siswi SD Kartika I-3 bersama orangtua dan guru usai mengikuti Mobil Dukungan Psikososial Komdigi yang digagas Kementerian Komdigi bersama Save the Children di Deli Serdang, Sumut, Senin (15/12/2025). (Foto: Djanes Nafi/Indonesia.go.id/DIt KPM Kemkomdigi)

DELI SERDANG, getnews – Sisa-sisa lumpur yang mengering di halaman sekolah tidak menghalangi gelak tawa siswa SD Kartika I-3, Desa Lalang, Deli Serdang. Pada Senin (15/12/2025), tawa riuh terdengar dari bawah tenda sederhana tempat anak-anak berkumpul untuk mengikuti program pendampingan dari Mobil Dukungan Psikososial #KomdigiPeduli.

​Dua pekan sebelumnya, tepatnya 26 November 2025, banjir bandang setinggi dada orang dewasa melumpuhkan aktivitas sekolah ini. Sebanyak 80 persen siswa terdampak langsung; rumah mereka terendam, seragam hanyut, dan buku-buku pelajaran rusak terbawa arus.

Dampak Banjir di SD Kartika I-3

​Berikut adalah rangkuman dampak musibah yang dialami oleh pihak sekolah dan siswa:

Aspek TerdampakDetail Informasi
Populasi Siswa Terdampak80% dari total 112 siswa (SD & PAUD)
Ketinggian AirSetinggi pinggang (dalam kelas) hingga sedada (luar kelas)
Personel Sekolah6 dari 13 guru/karyawan rumahnya terendam
Masa Pemulihan FisikMelibatkan 20 prajurit TNI untuk pembersihan

Penyembuhan Trauma Melalui Kegembiraan

​Kehadiran Mobil Dukungan Psikososial #KomdigiPeduli, hasil kerja sama Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Save the Children, menjadi angin segar bagi mental para siswa. Melalui pendekatan Psychological First Aid (PFA), anak-anak diajak:

  • Bermain dan Bernyanyi: Mengalihkan ingatan buruk tentang air bah.
  • Mendengarkan Dongeng: Membangun kembali optimisme dan harapan.
  • Mewarnai: Memberikan ruang ekspresi diri di tengah situasi darurat.

​Kepala Sekolah SD Kartika I-3, Evi Kartika Trisnawati, menekankan pentingnya kegiatan ini. “Mungkin kalau dilihat sekilas anak-anak tampak biasa saja. Tapi saya yakin, di dalam hati kecil mereka ada rasa takut dan trauma. Kegiatan ini membantu membangkitkan kembali rasa percaya diri mereka,” ungkapnya.

​Program ini membuktikan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal fisik dan bangunan, tetapi juga memastikan kesehatan mental generasi penerus tetap terjaga di ruang yang aman dan penuh perhatian.

infopublik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *