FEATURE

Menjemput Ketulusan di Runway Bandara: Saat Aceh Menunjukkan Cara Bermain Diplomasi di Tengah Banjir

Dok. BPMI SETPRES

Lensa Satir: Antara Kemandirian Jakarta dan ‘Ketulusan’ Investor Global di Tanah Rencong.

​Di Jakarta, kita mendengar simfoni tentang “Kemandirian Fiskal” dan penolakan bantuan asing. Namun di Aceh, Gubernur Muzakir Manaf justru berdiri di runway Bandara Sultan Iskandar Muda untuk menerima bantuan dari perusahaan yang bermarkas di Inggris dan Malaysia. Sebuah satir yang tajam: Apakah kedaulatan kita cukup kenyang untuk menolak bantuan Rp 777 juta saat jutaan warga masih berjuang di bawah genangan lumpur?

​Orkestrasi yang Berbeda Panggung

Wamenkeu menjanjikan “pemutihan utang” di masa depan, sementara Mualem lebih memilih “penerimaan ikhlas” di masa sekarang. Ini adalah pengingat bahwa bagi korban bencana, ideologi kemandirian adalah barang mewah jika piring masih kosong. Langkah Upland Resources menggalang dana internal lintas negara adalah tamparan halus bagi birokrasi kita yang seringkali lebih sibuk berdebat soal “syarat transfer” daripada soal “siapa yang lapar”. Kedaulatan sejati bukan berarti menutup diri, melainkan memiliki kendali penuh untuk menerima bantuan tanpa harus kehilangan harga diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *