GET PLANET

Ringkasan Status Populasi Gajah Sumatera

Keluarga Gajah (istimewa)

GET PLANET – Berdasarkan data pemantauan terbaru dari BBKSDA Riau dan berbagai organisasi konservasi, berikut adalah ringkasan status populasi Gajah Sumatera yang tersisa di kantong-kantong habitat wilayah Riau:

Estimasi Populasi Gajah Sumatera di Riau (Update 2025)

​Meskipun menghadapi tantangan berat seperti virus EEHV dan konflik lahan, upaya konservasi terus dilakukan untuk menjaga kelompok-kelompok gajah yang masih bertahan.

Kantong Habitat UtamaEstimasi Jumlah IndividuKondisi Habitat
Giam Siak Kecil – Balai Raja40 – 50 EkorTerfragmentasi oleh perkebunan dan pemukiman.
Tesso Nilo30 – 45 EkorMenghadapi tekanan perambahan hutan yang tinggi.
Kerumutan10 – 15 EkorHabitat rawa gambut, akses pemantauan sulit.
Pusat Latihan Gajah (Eksit-situ)~30 EkorBerada di PKG Minas dan Sebanga (termasuk gajah jinak).
Total Estimasi di Riau110 – 140 EkorStatus: Terancam Punah (Critically Endangered).

Tantangan Utama Pelestarian

  1. Fragmentasi Habitat: Pembangunan jalan dan konversi hutan menjadi kebun sawit memutus jalur jelajah gajah.
  2. Konflik Manusia-Gajah: Sering terjadi di area perbatasan hutan yang menyebabkan kerugian di kedua belah pihak.
  3. Penyakit (Virus EEHV): Seperti kasus Laila, anak gajah sangat rentan terhadap virus ini yang dapat menghambat pertumbuhan populasi secara alami.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

​Pemerintah dan komunitas internasional saat ini terus mendorong konsep Koridor Gajah agar kelompok-kelompok gajah yang terpisah dapat saling bertemu dan melakukan perkawinan sedarah (inbreeding) yang lebih rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *