LOMBOK BARAT, getnews – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) resmi memperkuat barisan pemadam kebakaran dengan menambah dua unit armada pemadam kebakaran (Damkar) baru pada Rabu (17/12/2025). Langkah ini merupakan komitmen nyata untuk meningkatkan response time (waktu tanggap) dalam menangani bencana maupun aksi penyelamatan di seluruh wilayah Lobar.
Bupati Lobar (LAZ) menegaskan bahwa kelengkapan alat dan pola kerja responsif jauh lebih krusial dibandingkan sekadar menambah gedung UPT.
Kekuatan Armada dan Cakupan Wilayah Damkar Lobar
Dengan pengadaan senilai Rp3,2 miliar (Rp1,6 miliar per unit) ini, terjadi peningkatan signifikan pada rasio pelayanan masyarakat:
| Indikator | Kondisi Terkini | Analisis / Target |
|---|---|---|
| Total Armada Damkar | 7 Unit | 1 armada per 100 ribu penduduk (Ideal secara rasio penduduk). |
| Cakupan Wilayah | 10 Kecamatan | Masih butuh minimal 3 armada lagi agar 1 unit siaga di tiap kecamatan. |
| Kapasitas Armada Baru | Teknologi Modern | Bisa menyemprot sambil jalan; jangkauan vertikal hingga 4 meter. |
| Fasilitas Tambahan | 1 Mobil Rescue | Pertama kali dimiliki setelah penantian lebih dari 10 tahun. |
Strategi “Posko Nempel” dan Kesejahteraan Personel
Bupati LAZ merumuskan dua kebijakan strategis untuk mengoptimalkan kinerja tim di lapangan:
- Posko di Kantor Camat: Menempatkan personel ahli di kantor kecamatan untuk memangkas jarak tempuh armada ke lokasi kejadian.
- Insentif Berbasis Beban Kerja: Menyiapkan kebijakan insentif bagi personel yang memiliki risiko kerja tinggi agar dedikasi mereka lebih dihargai secara finansial.
Refleksi Data Bencana 2025
Dinas Damkar Lobar mencatat tren unik di mana fungsi penyelamatan (rescue) justru lebih tinggi intensitasnya dibandingkan kebakaran:
- Kasus Kebakaran: 76 Kejadian.
- Aksi Penyelamatan: 168 Kasus (Mayoritas penanganan ular dan biawak di pemukiman).
Kesiagaan Nataru 2025/2026
Menjelang Natal dan Tahun Baru, armada baru ini akan langsung diterjunkan di posko-posko strategis bersama TNI, Polri, BPBD, dan Dishub. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan warga selama perayaan pergantian tahun di kawasan pariwisata maupun pemukiman padat di Lombok Barat.




