GET INFO Lombok Tengah

Efisiensi Langit Batujai: Membandingkan Mewahnya Seaplane vs Kecepatan Fast Boat

Bendungan Batujai Lombok Tengah (istimewa)

LOMBOK TENGAH, GETNEWS. – Kehadiran pusat terminal pesawat air (seaplane) di Bendungan Batujai pada 2026 tidak hanya menawarkan gaya hidup mewah, tetapi juga membawa revolusi efisiensi waktu bagi para pelancong. Dengan target operasional di kuartal pertama 2026, PT Aman Air siap menggeser paradigma transportasi antar-pulau di wilayah NTB dan Bali yang selama ini didominasi oleh jalur laut.

​Perbandingan antara moda transportasi laut (Fast Boat) dan udara (Seaplane) menunjukkan perbedaan kontras yang akan menentukan segmentasi wisatawan di masa depan.

Baca juga: Transformasi Bendungan Batujai: Jadi “Maldives” Indonesia Lewat Hub Seaplane Pertama di 2026

Head-to-Head: Seaplane vs Fast Boat (Rute Strategis)

​Berikut adalah perbandingan estimasi performa transportasi yang akan menjadi pilihan baru bagi para sultan dan wisatawan mancanegara:

ParameterFast Boat (Kapal Cepat)Seaplane (Aman Air)
Waktu Tempuh (Lombok-Sumbawa)2 – 3 Jam15 Menit
Kapasitas Penumpang50 – 100 Orang16 – 18 Orang (Eksklusif)
Sistem PenjualanTiket Perorangan (Reguler)Charter / Sewa Grup
KenyamananBergantung pada kondisi gelombang laut.Stabil, pemandangan udara, langsung ke dermaga hotel.

Mengapa Wisatawan Berkualitas Akan Memilih Seaplane?

​Presiden Aman Air, Michael Nicholas, menjelaskan bahwa keunggulan utama seaplane adalah kemampuannya menjangkau destinasi terpencil yang tidak memiliki bandara darat namun memiliki perairan tenang.

  1. Akses “Point-to-Point”: Wisatawan bisa terbang langsung dari terminal Batujai (dekat Bandara Internasional Lombok) dan mendarat tepat di depan resor mereka di Gili Trawangan atau Teluk Moyo tanpa perlu berpindah-pindah kendaraan darat dan kapal.
  2. Kecepatan Ekstrem: Rute menuju Sumbawa Barat yang biasanya memakan waktu berjam-jam melalui jalur darat dan feri, kini bisa dipangkas menjadi hanya 15 menit.
  3. Pengalaman “Maldives”: Sensasi lepas landas dan mendarat di atas air menjadi atraksi wisata tersendiri yang memiliki nilai jual tinggi bagi pasar kelas atas.

Dampak bagi Ekonomi Lokal

​Meskipun menyasar pasar charter eksklusif, kehadiran seaplane ini diprediksi akan menggerakkan roda ekonomi di sekitar Bendungan Batujai. Pembangunan hanggar seluas 5.000 meter persegi dan dermaga apung akan menyerap tenaga kerja lokal di bidang teknis penerbangan dan layanan hospitality kelas dunia.

​Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, berharap investasi ini menjadi pintu pembuka bagi masuknya resor-resor mewah baru yang selama ini terkendala aksesibilitas cepat. Dengan Batujai sebagai hub utama, Lombok Tengah kini sah bersiap menjadi pusat high-end tourism di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *