INDRAMAYU, GETNEWS. – Penantian puluhan tahun warga pesisir Eretan, Kabupaten Indramayu, untuk terbebas dari kepungan banjir rob kini menemui titik terang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu resmi memulai langkah strategis penataan kawasan pesisir melalui program relokasi hunian layak dan penguatan infrastruktur pengaman pantai.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bersama Bupati Indramayu, Lucky Hakim, turun langsung memastikan warga terdampak di Desa Eretan Wetan mendapatkan solusi konkret pascabencana.
Rencana Penanganan dan Relokasi Kawasan Eretan
Pemerintah menyiapkan skema hunian yang bervariasi untuk mengakomodasi ribuan keluarga terdampak dengan target mulai berjalan pada Maret 2026.
| Model Hunian | Target Sasaran | Status & Fasilitas |
|---|---|---|
| Kampung Nelayan Eretan | 207 Keluarga | Kawasan percontohan dengan rumah layak huni. |
| Hunian Vertikal (Rusun) | ~1.000 Keluarga | Hunian apartemen di lokasi aman maksimal 2 km dari pesisir. |
| Hunian Kemensos | 90 Unit (Eksisting) | Dibangun di atas lahan milik pemerintah daerah. |
Sinergi Infrastruktur: Tanggul Penahan Ombak Rp500 Miliar
Bupati Lucky Hakim mengungkapkan bahwa penanganan rob tidak hanya fokus pada pemindahan penduduk, tetapi juga penguatan benteng pertahanan pesisir melalui dukungan pemerintah pusat:
- Tanggul Raksasa: Anggaran sekitar Rp500 miliar telah disetujui pusat untuk pembangunan tanggul penahan ombak.
- Normalisasi Sungai: Pihak BBWS akan melakukan pengerukan sungai dan penguatan tanggul agar air tidak lagi meluap ke pemukiman.
- Bantuan Tunai: Melalui dana Bantuan Tidak Terduga (BTT), warga prioritas mendapatkan Rp10 juta per KPM untuk membantu proses pindah mandiri.
Mewujudkan Kawasan Nelayan Terpadu
Pemerintah berkomitmen agar kawasan relokasi baru tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi pusat kehidupan baru yang lebih berkualitas. Kawasan ini nantinya akan dilengkapi dengan:
- Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan taman bermain anak.
- Ruang UMKM untuk menopang ekonomi keluarga nelayan.
- Akses Lokasi: Jarak relokasi diupayakan tidak jauh (maksimal 2 km) agar tidak memutus mata pencaharian warga sebagai nelayan.
”Tahun depan kita siapkan rumahnya, yang penting sekarang pindah dahulu. Maksimal bulan Maret sudah mulai proses relokasi,” tegas Gubernur Dedi Mulyadi sebagai wujud kehadiran negara bagi warga Eretan.
infopublik.id




