JAKARTA, GETNEWS. – Indonesia resmi bersiap mengambil tongkat estafet kepemimpinan organisasi ekonomi negara-negara berkembang, D-8 (Developing-8), mulai 1 Januari 2026. Momentum strategis ini akan mencapai puncaknya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-12 D-8 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada April 2026 mendatang.
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu, Dubes Tri Tharyat, menegaskan bahwa keketuaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana memperkuat daya tawar kolektif negara berkembang (Global South) di tengah dinamika geopolitik dunia.
Profil Kekuatan Ekonomi D-8 (Blok 1,3 Miliar Penduduk)
D-8 yang terdiri dari sembilan negara (Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Türkiye) merupakan kekuatan ekonomi masa depan yang sangat diperhitungkan.
| Indikator Strategis | Data Kolektif D-8 |
|---|---|
| Total Populasi | ~1,3 Miliar Penduduk dunia. |
| Produk Domestik Bruto (PDB) | USD 5,1 Triliun. |
| Perdagangan Intra-D8 | ~USD 157 Miliar. |
| Visi 2050 | Diproyeksikan menjadi kekuatan ekonomi utama dunia. |
Agenda Prioritas Indonesia di KTT Jakarta 2026
Dengan tema “Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity”, Indonesia akan fokus pada lima pilar transformasi ekonomi:
- Ekonomi Halal & Halal Expo: Memperkuat ekosistem produk halal antaranggota.
- Ekonomi Biru & Transisi Hijau: Mendorong keberlanjutan lingkungan.
- Transformasi Digital: Meningkatkan konektivitas teknologi lintas benua.
- Business & Investment Forum: Wadah jejaring dunia usaha global.
- Sesi Khusus Palestina: Penegasan komitmen kemanusiaan dan solidaritas di sela KTT.
Simbol Kompas dan Jyoti
Logo keketuaan Indonesia yang baru saja diperkenalkan menggunakan simbol Kompas dan Cahaya Penuntun (Jyoti). Simbol ini melambangkan arah baru bagi Global South menuju masa depan yang inklusif dan sejahtera di bawah kepemimpinan Indonesia.
Kementerian Luar Negeri




