YOGYAKARTA, GETNEWS. — Pemerintah diminta melakukan rasionalisasi terhadap anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai Rp335 triliun pada tahun 2026. Guru Besar FEB UGM, Prof. Dr. R. Agus Sartono, menilai perhitungan anggaran tersebut tidak realistis dan berisiko menimbulkan pemborosan besar, terutama terkait rencana pemberian makan saat hari libur sekolah.
“Kritik ini muncul di tengah upaya percepatan distribusi MBG yang sedang diuji coba oleh pemerintah.”
Matriks Kritik Rasionalisasi Anggaran MBG
Referensi Kredibel: Artikel ini merujuk pada analisis data dan pernyataan resmi Guru Besar FEB UGM, Prof. Dr.rer.soc. R. Agus Sartono, yang dirilis melalui Laman Resmi FEB UGM.
Analisis Strategis: Dialihkan untuk Pascabencana
Prof. Agus menekankan bahwa sisa anggaran hasil rasionalisasi tersebut jauh lebih bermanfaat jika dialihkan untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, khususnya dalam pemetaan ulang infrastruktur pendidikan dan kesehatan yang rusak pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
”Tidak rasional jika anggaran dihitung untuk 360 hari sekolah. Saat libur, pemberian MBG justru membebani orang tua dan mengurangi waktu kebersamaan keluarga,” tegasnya.
Sumber: Artikel ini disusun berdasarkan rilis resmi dan analisis data dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM).




