MATARAM, GETNEWS. — Tekanan logistik akibat cuaca ekstrem yang diperingatkan BMKG mulai menciptakan jurang harga (disparitas) antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Hasil pantauan lapangan tim Getnews bersama data Panel Harga Bapanas pagi ini (23/12) menunjukkan pola distribusi yang mulai terhambat ke wilayah Timur.
📊 Tabel Perbandingan Harga (Update: 23 Des 2025 | 09.00 WITA)
Insight Analisis Getnews:
- Sentra Produksi vs Konsumsi: Bawang merah di Sumbawa cenderung lebih stabil bahkan lebih murah dibanding Lombok karena Sumbawa adalah “lumbung” bawang.
- Hambatan Selat Alas: Kenaikan harga cabai dan gula di Pulau Sumbawa yang lebih tinggi dari Lombok disebabkan oleh biaya logistik tambahan dan risiko penundaan penyeberangan di Selat Alas akibat gelombang tinggi (Sinyal Merah BMKG).
- Potensi Inflasi: Jika cuaca ekstrem berlanjut hingga Januari, Sumbawa berisiko mengalami tekanan inflasi lebih tinggi dibanding Lombok karena ketergantungan pada barang olahan dari luar pulau.




