NEWS

Bukan Sekadar Kenyang: Kemenkes Perketat Standar Gizi dan Keamanan Pangan Program MBG

ILUSTRASI - Pengolahan menu Makan Bergizi Gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lumajang, Jawa Timur. (Foto: Diskominfo Lumajang)

JAKARTA, getnews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi memperkuat peran strategis tenaga gizi dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seiring berlakunya Perpres No. 115 Tahun 2025, standar gizi nasional kini diperketat untuk mencakup sasaran yang lebih luas, mulai dari ibu hamil hingga anak sekolah. Fokus utama bukan hanya pada kuantitas, melainkan pada Keamanan Pangan (HACCP) dan ketepatan asupan nutrisi sesuai siklus hidup.

​Ketua Tim Kerja Gizi Kemenkes, Yuni Zahraini, menegaskan bahwa sinergi ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Puskesmas adalah kunci utama keberhasilan program di lapangan.

Matriks Standar & Tata Kelola MBG 2026

​Kemenkes telah menyusun acuan baku yang mencakup kecukupan makronutrien serta prosedur pengolahan pangan lokal yang aman.

Aspek StandarImplementasi Operasional
Sasaran PerluasanIbu Hamil, Ibu Menyusui, Balita, dan Anak Usia Sekolah.
Standar Gizi NasionalKecukupan Energi, Protein, Lemak, & Karbohidrat sesuai kelompok usia.
Keamanan PanganPenerapan prinsip HACCP (Analisis Bahaya & Pengendalian Titik Kritis).
Integrasi LayananKolaborasi ahli gizi SPPG, Dinkes, dan Puskesmas sebagai pendamping.

Membentuk Perilaku Makan Sehat

​Kemenkes menekankan bahwa MBG adalah bagian dari makanan utama harian, bukan sekadar tambahan. Bagi ibu hamil atau balita yang mengalami masalah gizi (seperti KEK), program ini menjadi intervensi krusial yang melengkapi pemberian makanan tambahan lokal. Dengan pemanfaatan pangan lokal dan variasi menu yang menarik, MBG diharapkan menjadi sarana edukasi untuk membentuk pola makan sehat yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Monitoring di Titik SPPG

​Puskesmas melalui tenaga gizinya didorong untuk melakukan pengawasan ketat mulai dari tahap penyiapan hingga penyajian. Standar gizi yang telah disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi kitab suci bagi setiap dapur MBG, guna memastikan setiap porsi yang sampai ke tangan anak bangsa memiliki kualitas “Bintang Lima” dalam hal nutrisi dan kebersihan.

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *