DIPLOMAT

Dino Patti Djalal “Colek” Menlu Sugiono: Jangan Lupa Urus Rumah Sendiri

(Executive Summary: Former Deputy Foreign Minister Dino Patti Djalal issued a strategic critique of Foreign Minister Sugiono’s performance. Djalal emphasized the need for a balanced focus between internal institutional management and active international diplomacy, signaling a call for professional reinforcement within the Ministry.)

JAKARTA, GETNEWS — Senioritas berbicara di panggung diplomasi Indonesia. Eks Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, secara terbuka melayangkan kritik dan saran kepada Menlu Sugiono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Minggu (21/12).

​Bukan sekadar kritik biasa, Dino menyoroti dua aspek krusial yang dianggapnya perlu mendapat atensi lebih dari suksesor Retno Marsudi tersebut: Manajemen Internal Pejambon dan Ketajaman Diplomasi Internasional.

DIAGNOSIS DIPLOMASI: CATATAN DINO PATTI DJALAL
Fokus KritikEsensi PesanImplikasi
Manajemen KemenluMenlu Sugiono diminta meluangkan lebih banyak waktu untuk mengelola internal kementerian di Pejambon.KONSOLIDASI
Urusan DiplomasiCatatan penting mengenai intensitas dan kualitas langkah diplomasi luar negeri RI di kancah global.AKSELERASI
Kualitas OutputPerlunya keberadaan Menlu yang “vokal dan hadir” dalam merespons isu-isu internasional strategis.URGENSI
Sumber: Analisis Instagram @dinopattidjalal (21/12/2025)

Analisis Insights: Menjaga Marwah Pejambon

​Kritik dari Dino Patti Djalal ini sebenarnya merupakan “structural review” secara halus terhadap gaya kepemimpinan Sugiono yang berasal dari latar belakang non-diplomat karier. Di tengah ambisi Presiden Prabowo untuk menempatkan Indonesia lebih vokal di kancah global, Kemenlu membutuhkan nahkoda yang tidak hanya paham strategi, tetapi juga “hadir” secara fisik dan manajerial di kantor pusat Pejambon.

​Bagi audiens getnews, fenomena ini menarik karena menunjukkan adanya fungsi kontrol dari para senior diplomat terhadap arah kebijakan luar negeri pemerintahan baru agar tidak kehilangan kompas profesionalitasnya.

Simak rincian kritik dan saran selengkapnya yang dirangkum dari laporan Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *