JAKARTA, getnews.co.id — Satuan Tugas (Satgas) Nasional Pemulihan Pascabencana resmi meningkatkan eskalasi penanganan di Provinsi Aceh. Di bawah kepemimpinan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, koordinasi lintas kementerian dan lembaga kini difokuskan pada pemulihan infrastruktur vital dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak secara paralel, tanpa hambatan birokrasi antarsektor.
Koordinator Lintas Sektor sekaligus Dirjen Bina Adwil, Safrizal ZA, menegaskan bahwa fase pemulihan saat ini menuntut kecepatan ekstra, terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan. “Pemulihan bukan hanya soal pekerjaan fisik, tetapi memastikan kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih untuk bersuci, dan hunian sementara (huntara) tersedia tepat waktu,” ujar Safrizal, Rabu (7/1/2026).
Dashboard Capaian: Progres Pemulihan Lintas Sektor Aceh
Integrasi data antar-Kementerian menunjukkan progres signifikan pada sektor pendidikan dan kesehatan dalam waktu singkat.
| Sektor Penanganan | Pencapaian & Realisasi Data |
|---|---|
| Pendidikan (Kemendikdasmen) | 2.468 Sekolah Aktif | Rp15,7 M Tunjangan Guru (Direct Transfer). |
| Kesehatan (Kemenkes) | 3.300 Tenaga Medis Dikerahkan | Relokasi 3 Puskesmas. |
| Infrastruktur (Kementerian PU) | Pemasangan Jembatan Bailey & Normalisasi Sungai. |
| Logistik & Sosial | Akselerasi Huntara/Huntap & Distribusi 15.500 School Kits. |
Fokus Utama: Membuka Keterisolasian Wilayah
Rapat koordinasi yang melibatkan berbagai kementerian (PU, Kemenkes, Kemendikdasmen, Kemenkeu, hingga TNI/BUMN) menyepakati percepatan pembangunan jembatan darurat dan pemulihan jalan nasional. TA Khalid, Ketua Posko Pemulihan Bencana DPR RI, menekankan pentingnya normalisasi sungai dan rehabilitasi tanggul untuk mencegah bencana susulan, sembari memastikan tidak ada lagi desa yang terisolasi dari rantai pasok pangan.
Pemulihan Berbasis Kemanusiaan dan Kecepatan
Selain infrastruktur fisik, pemerintah memastikan aspek kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan tetap terjaga melalui dukungan finansial langsung. Penyaluran 80 tenda belajar tambahan dan percepatan pemindahan pengungsi ke hunian sementara (huntara) menjadi prioritas jangka pendek guna mengembalikan ritme kehidupan sosial masyarakat Aceh.
Seluruh kementerian sepakat di bawah arahan Mendagri untuk bekerja secara simultan. “Integrasi dan kolaborasi adalah kunci agar Aceh benar-benar bangkit,” pungkas Safrizal.
infopublik.id




