JAKARTA — Rapat Paripurna DPR RI Ke-12, Selasa (27/1/2026), resmi menetapkan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Adies Kadir. Rotasi ini terjadi setelah Adies diproyeksikan mengisi kursi Hakim Konstitusi. Namun, di balik seremonial pelantikan oleh Ketua MA Sunarto, terdapat pergeseran strategi besar: Golkar sedang memperkuat penetrasi wilayah timur melalui figur “Srikandi” asal Dapil NTB II (Pulau Lombok).
1. Geopolitik NTB: Memutus Dominasi Jawa-Sentris
Penetapan Sari Yuliati adalah Audit Kredibilitas bagi keterwakilan luar Jawa. Selama ini, kursi pimpinan DPR kerap didominasi oleh politisi dari Dapil di Pulau Jawa. Sari, yang dikenal sebagai bendahara umum partai dengan jaringan logistik kuat, kini menjadi “pintu masuk” strategis bagi kepentingan pembangunan kawasan Indonesia Timur, khususnya NTB yang sedang berambisi menjadi pusat ekonomi hijau dan pariwisata global.
2. Transisi Adies Kadir: Dari Legislatif ke Yudikatif
Keputusan Golkar menarik Adies Kadir untuk menjadi Hakim MK pengganti Arief Hidayat adalah langkah Akrobat Hukum. Adies yang memiliki latar belakang hukum kuat meninggalkan kekosongan di kursi pimpinan DPR yang membutuhkan figur dengan kemampuan manajerial tinggi. Sari Yuliati, dengan rekam jejaknya di Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi III, dianggap sebagai “sekoci” paling aman untuk menjaga stabilitas koordinasi bidang Industri dan Pembangunan (Inbang).
3. Audit Peran: Lebih dari Sekadar Pengganti
GetNews mencatat bahwa posisi Wakil Ketua DPR Koordinator Inbang sangat krusial dalam mengawal megaproyek strategis nasional (PSN). Sari Yuliati kini memegang palu yang menentukan arah kebijakan industri nasional. Statemen Saan Mustopa dalam paripurna menegaskan legitimasi ini:
“Pimpinan Dewan telah menerima surat dari DPP Partai Golkar perihal pergantian antar waktu pimpinan DPR RI… Apakah Saudari Sari Yuliati dapat ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI?” — Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR RI.
Tantangan “Local Hero” di Panggung Nasional
Vonis Redaksi GetNews menegaskan bahwa pelantikan Sari Yuliati adalah kemenangan simbolis bagi publik NTB. Namun, tantangan sesungguhnya adalah membuktikan bahwa jabatan ini bukan sekadar alat konsolidasi internal partai, melainkan instrumen untuk menarik akselerasi pembangunan yang selama ini tertahan di pusat. Sebagai “nakhoda baru” di bidang Inbang, Sari memegang mandat untuk memastikan bahwa suara dari pesisir NTB terdengar nyaring di tengah gemuruh kebijakan industri nasional.
Verified Archive & Primary Citation
“Sari Yuliati Dilantik Menjadi Wakil Ketua DPR RI Pengganti Adies Kadir.”
OFFICIAL PARLIAMENT ARCHIVE ⟶“Kekuasaan bukanlah tujuan, melainkan pengeras suara bagi mereka yang selama ini terpinggirkan oleh jarak; saat seorang wakil rakyat naik ke puncak, saat itulah harapan daerah harus menjelma menjadi kebijakan.”
— GET NEWS !NSIGHT —




