BiSNIS EKONOMI

Ambisi Baru di Sudirman: Menuju Bursa Kelas Dunia

CEO Danantara Indonesia Roesan Roslani beserta Pejabat OJK dan BEI dalam Dialog Pasar Modal yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu (1/2/2026). (Foto: Humas OJK)

​JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang bersiap melakukan lompatan besar. Di bawah tekanan untuk memenuhi standar Global Index Provider seperti MSCI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah meluncurkan delapan rencana aksi “berani dan ambisius”. Tujuannya jelas: mengubah pasar modal Indonesia dari sekadar pemain regional menjadi destinasi investasi global yang kredibel.

​Langkah ini bukan sekadar perbaikan teknis, melainkan upaya sistemik untuk mengikis stigma pasar yang kurang likuid dan minim transparansi.

​Klaster Reformasi: Likuiditas sebagai Prioritas

​Inti dari reformasi ini adalah kebijakan free float. OJK memutuskan untuk menaikkan ambang batas minimum saham publik dari 7,5% menjadi 15%. Bagi perusahaan yang baru melantai (IPO), aturan ini berlaku seketika, sementara emiten lama diberikan masa transisi. Ini adalah sinyal kuat bagi para “paus” pasar modal bahwa Jakarta tidak lagi menoleransi struktur kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi.

Empat Klaster Strategis:

  • Likuiditas: Ekspansi free float dan penguatan basis investor institusi.
  • Transparansi: Pembongkaran data Ultimate Beneficial Owner (UBO) untuk mendeteksi pengendali sebenarnya di balik layar.
  • Penegakan Hukum: Demutualisasi Bursa dan pemberantasan manipulasi transaksi.
  • Sinergitas: Penyelarasan kebijakan antara OJK, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan.

Audit Pejabat: Formasi Pengganti DK OJK

Pejabat DitunjukPosisi Baru (Pengganti)Vonis Tugas
Friderica Widyasari DewiPjs. Ketua Dewan Komisioner OJKCONSUMER PROTECTOR
Hasan FawziPjs. KE Pengawas Pasar Modal & Bursa KarbonMARKET STABILIZER
Status JabatanBerlaku Efektif 1 Februari 2026INTERIM PERIOD

Menghapus Konflik Kepentingan

​Salah satu poin paling radikal adalah mandat demutualisasi bursa. Langkah ini diharapkan dapat memisahkan kepentingan pemilik bursa dengan fungsinya sebagai regulator pasar, mengurangi potensi conflict of interest. Selain itu, OJK berjanji memperketat sanksi terhadap manipulasi transaksi yang sering kali merugikan investor ritel.

​”Pasar kita harus tumbuh sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tegas Hasan Fawzi, Pjs. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal. Tantangannya kini ada pada eksekusi. Dengan dukungan dari entitas besar seperti Danantara yang dipimpin Rosan Roeslani, pasar modal Indonesia sedang mencoba membuktikan bahwa ia bukan sekadar tempat bermain bagi spekulan, melainkan pilar fundamental bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Verified Source: InfoPublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *