MALANG — Presiden Prabowo Subianto mematok target ambisius: Indonesia harus mencapai swasembada pangan menyeluruh dalam tiga tahun ke depan. Di hadapan jamaah Mujahadah Kubro NU di Stadion Gajayana, Malang, Presiden menegaskan bahwa kedaulatan pangan bukan sekadar statistik produksi, melainkan pilar utama kemandirian bangsa yang harus berpihak pada petani.
Langkah konkret dimulai dari pembenahan hulu. “Pemerintah sudah buktikan, begitu kita ambil alih, kita jamin pupuk sampai ke petani dengan harga yang diturunkan,” tegas Kepala Negara.
Rekor Cadangan dalam Sejarah Republik
Keyakinan Prabowo bukan tanpa dasar. Data BPS menunjukkan produksi beras 2025 melonjak 13,29% menjadi 34,69 juta ton—angka tertinggi di kawasan ASEAN. Lonjakan ini mengerek cadangan pangan nasional ke level historis. Pada awal 2026, total stok beras di gudang pemerintah dan masyarakat menyentuh 12,53 juta ton, melesat hampir 50% dari tahun sebelumnya.
Audit Strategis: Peta Jalan Swasembada 2026-2029
Keberhasilan swasembada beras kini menjadi cetak biru untuk komoditas strategis lainnya seperti jagung dan kedelai.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengamini arahan tersebut. Baginya, capaian 2025 adalah fondasi. “Kami memastikan kebijakan dari hulu hingga hilir sejalan dengan visi Presiden agar manfaat swasembada dirasakan langsung oleh rakyat melalui stabilitas harga,” pungkasnya.
Verified Source: BPMI SETPRES




