ANALISIS GETNEWS DIGITAL GET !NSIGHT Nasional

Turbocharger Ekonomi: Menakar Ambisi “Chip Design” Indonesia di London

Presiden Prabowo saksikan kerja sama Danantara-Arm untuk kuasai desain chip. (BPMI Setpres/GETNEWS.)

LONDON — Indonesia tidak lagi ingin sekadar menjadi pasar. Dalam kunjungan resminya ke London, Senin (23/2), Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara BPI Danantara dan Arm Limited, raksasa desain chip asal Inggris yang menguasai 96% pasar otomotif dunia.

​Ini adalah upaya serius untuk menarik Indonesia ke bagian paling hulu dari industri digital: Desain Semikonduktor.

I. Analisis “Get Insight”: Intellectual Property (IP) sebagai Kedaulatan Baru

​Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Indonesia akan memegang Intellectual Property (IP) untuk enam bidang strategis. Ini adalah poin krusial:

  • Penguasaan Hulu: Selama ini Indonesia hanya menjadi perakit atau pengguna. Dengan memegang IP desain chip (otomotif, IoT, data center, hingga quantum computing), Indonesia mulai membangun kemandirian teknologi yang selama ini didominasi AS dan China.
  • Investasi SDM: Target melatih 15.000 engineer Indonesia dalam ekosistem Arm adalah investasi jangka panjang yang masif. Jika berhasil, ini akan menjawab masalah link and match antara lulusan teknik kita dengan kebutuhan industri high-tech global.

II. Danantara: Mesin Baru Hilirisasi Teknologi

​Keterlibatan BPI Danantara menunjukkan peran lembaga ini bukan sekadar pengelola dana abadi, melainkan ujung tombak investasi strategis.

  • Turbocharger Digital: Pemerintah memandang semikonduktor sebagai “turbocharger” untuk mencapai target ekonomi papan atas dunia.
  • Sinkronisasi Kebijakan: Langkah ini melengkapi narasi hilirisasi yang selama ini fokus di mineral, kini merambah ke “hilirisasi otak” atau kemampuan desain teknis tingkat tinggi.

Sovereignty Audit: Semiconductor Industry Leap

Komponen Kerja SamaTarget & SasaranVonis Get Insight
Penguasaan TeknologiAkses ke desain chip Arm (96% pasar otomotif & 94% data center).STRATEGIS. Melompati tahap manufaktur langsung ke desain (IP).
Kapasitas SDMPelatihan 15.000 engineer Indonesia oleh ahli dari Arm.PROGRESIF. Membangun fondasi intelektual untuk ekonomi digital.
Fokus Sektor IPOtomotif, IoT, Data Center, Home Appliances, Autonomous, Quantum.KRITIS. Pelaksanaannya di Danantara harus diaudit agar tidak hanya jadi seremonial.

Vonis Tim Get Insight: Sante, Lur!

​Kerja sama dengan Arm Limited ini adalah “pukulan balik” yang elegan terhadap ketergantungan teknologi kita selama ini. Jika dikelola dengan benar oleh Danantara, Indonesia tidak hanya akan memiliki mobil listrik (seperti yang baru tiba di NTB), tapi juga otak (chip) di dalam mobil tersebut.

Sante, lur! Tapi urusan 15.000 engineer ini jangan sampai jadi angka di atas kertas saja. Kita harus pastikan kurikulum dan pelatihannya benar-benar mencetak ahli, bukan sekadar penonton teknologi. Indonesia Emas 2045 butuh desain, bukan sekadar rakitan. Sante!

Verified Source: BPMI SETPRES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *