BREAKING NEWS

ANALISIS INVESTIGASI: Mengurai Teka-Teki Jatuhnya PK-THT, Antara Riwayat Mesin dan Anomali Jalur

Dua hari sebelum tragedi, tepatnya pada Kamis (15/1/2026), pesawat PK-THT dilaporkan sempat kembali mendarat (Return to Base) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, akibat kerusakan mesin (ilustrasi/istimewa)

JAKARTA-MAKASSAR — Jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT di Puncak Bulusaraung tidak terjadi di ruang hampa. Berdasarkan kroscek data Getnews dari berbagai otoritas, ditemukan tiga variabel krusial yang saling bertautan:

1. Riwayat Kerusakan Mesin di Bandara Halim

​Dua hari sebelum tragedi, tepatnya pada Kamis (15/1/2026), pesawat PK-THT dilaporkan sempat kembali mendarat (Return to Base) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, akibat kerusakan mesin. Saksi mata di lapangan menyebutkan pesawat tersebut sempat menjalani perbaikan intensif di hanggar dan terparkir bersebelahan dengan pesawat private jet sebelum akhirnya dinyatakan laik terbang kembali untuk misi KKP.

2. Anomali Jalur Pendaratan (Off-Course)

​Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengungkap fakta bahwa sebelum hilang kontak, radar ATC Makassar mendeteksi pesawat tidak berada pada jalur pendekatan (approach) yang seharusnya.

  • Instruksi Terakhir: ATC sempat memberikan arahan koreksi jalur karena posisi pesawat melenceng.
  • Kehilangan Sinyal: Tak lama setelah instruksi koreksi diberikan, komunikasi terputus total (DETRESFA).

3. Kluster Cuaca Kumulonimbus (CB)

​Meskipun jarak pandang (visibility) dilaporkan normal (8 KM), analisis satelit BMKG menangkap adanya sel awan Kumulonimbus di titik kejadian. Fenomena ini sering menyebabkan turbulensi hebat dan gangguan pada instrumen navigasi, yang diduga memperburuk kondisi pesawat yang sebelumnya sempat mengalami kendala teknis.

Investigation Audit: Causal Analysis PK-THT

Variabel AnalisisData Temuan Tervalid
Riwayat Teknis (15/1)Engine Repair di Bandara Halim Perdanakusuma
Status NavigasiOff-Course (Melenceng dari Jalur Pendaratan)
Interferensi AtmosferDua Sel Awan Kumulonimbus (Satelit BMKG)
Otoritas NarasumberLukman F. Laisa (Dirjen Hubud) & Saksi Halim
Data Source: Kemenhub, BMKG & Tribun News CRITICAL ANALYSIS

Pusat Data & Validasi Investigasi

Arsip Digital PK-THT | Update: 17 Januari 2026

Technical Audit
Riwayat Perbaikan Halim

Validasi laporan perbaikan mesin (Engine Repair) di Bandara Halim Perdanakusuma pada 15 Januari 2026 sebelum keberangkatan misi.

Navigation Logs
Otoritas Dirjen Hubud

Pernyataan Lukman F. Laisa terkait status “Off-Course” dan instruksi koreksi jalur oleh ATC Makassar sebelum hilang kontak.

Personnel Record
Ditjen PSDKP KKP RI

Daftar manifes resmi 11 POB dalam misi pengawasan kelautan, termasuk kru dan staf ahli kementerian.

Atmospheric Audit
BMKG Sultan Hasanuddin

Analisis anomali cuaca ekstrim dan deteksi awan Kumulonimbus di sekitar koordinat 04°57’08” S.

Getnews memegang teguh akurasi lintas sektoral untuk menyajikan jurnalisme investigatif yang kredibel.
Getnews Strategic Archive | Verified 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *