GET DATA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar optimis dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (18/12). Menkeu menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya terjaga kuat, tetapi mulai menunjukkan tanda-tanda ekspansi yang lebih cepat menuju tahun 2026.
Poin Utama Kinerja Ekonomi (Januari – November 2025)
Optimisme Konsumsi dan Manufaktur
Menkeu Purbaya menyoroti pulihnya daya beli masyarakat yang tercermin dari meningkatnya belanja ritel dan konsumsi BBM yang tetap ekspansif. “Masyarakat sudah belanja lebih tinggi dari sebelumnya. Ekonomi kita kelihatannya sudah mulai ekspansi ke arah yang lebih cepat lagi ke depannya,” ungkap Menkeu.
Sektor manufaktur Indonesia juga mencatatkan kinerja gemilang dengan level 53,3. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan permintaan domestik menyambut momen Nataru, Imlek, hingga persiapan Ramadan dan Idulfitri di awal tahun 2026.
Waspada Inflasi Pangan
Meski inflasi inti stabil, pemerintah tetap pasang mata terhadap volatile food (gejolak harga pangan). Risiko musim hujan dan bencana alam menjadi perhatian utama dalam menjaga stabilitas harga pangan melalui penguatan peran Bulog serta sinergi pusat-daerah.
Kementerian Keuangan




