Skip to content
GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • GET INSIDE
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • GET INSIDE
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • GET INSIDE
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • GET INSIDE
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

PARLEMEN

Konflik Lahan Suku Anak Dalam di Jambi Perlu Solusi Lintas Kementerian

By Redaksi GETNEWS.
12 November 2025 2 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Konflik Lahan Suku Anak Dalam di Jambi Perlu Solusi Lintas Kementerian

Jakarta, getnews — Konflik agraria di Provinsi Jambi kembali menjadi sorotan. Selama bertahun-tahun, Suku Anak Dalam dan petani di Kabupaten Batanghari serta Muaro Jambi harus berhadapan dengan perusahaan perkebunan dan kehutanan yang mengklaim lahan tempat mereka hidup turun-temurun. Menanggapi keluhan masyarakat, Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Harris Turino, menilai penyelesaian konflik tersebut memerlukan langkah lintas kementerian agar adil bagi semua pihak.

“Kasus seperti ini sulit diselesaikan karena kedua pihak sama-sama punya dasar hukum. Tapi negara tetap harus hadir mencari jalan tengah yang berpihak pada masyarakat,” ujar Harris dalam RDPU BAM DPR RI dengan Masyarakat Suku Anak Dalam dan Petani Kabupaten Batang Hari dan Muaro Jambi, Rabu (12/11/2025).

Harris menjelaskan, persoalan tumpang-tindih lahan sering muncul akibat lemahnya koordinasi antara Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam menentukan status kawasan hutan maupun izin usaha. Akibatnya, masyarakat adat dan petani kecil kerap kehilangan akses terhadap tanah yang sudah mereka kelola selama puluhan tahun.

“Banyak warga merasa memiliki hak garap sejak lama, tapi perusahaan juga pegang izin resmi. Inilah yang membuat situasi jadi rumit,” ujarnya.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai BAM DPR perlu mendorong rapat lintas kementerian untuk mencari solusi permanen, termasuk membuka kembali data HGU dan melakukan pemetaan ulang wilayah konflik. Ia menegaskan, penyelesaian agraria tidak boleh berhenti pada mediasi administratif semata, melainkan harus menjamin keadilan sosial bagi masyarakat adat.

“Kalau tanah terus hilang, kita sedang mencabut akar kehidupan mereka. Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal masa depan generasi muda di desa,” ucapnya.

Harris menambahkan, BAM DPR RI akan terus mengawal aspirasi masyarakat Jambi hingga ada tindak lanjut konkret dari pemerintah pusat. Ia berharap penyelesaian konflik agraria dapat menjadi momentum untuk memperkuat reforma agraria yang berpihak kepada rakyat kecil. (fa/aha)

Foto cover: Sekelompok Orang Rimba juga dikenal dengan Suku Anak Dalam merupakan penyebutan untuk masyarakat yang tinggal di kawasan hutan dataran rendah di wilayah Sumatra Tengah khususnya Jambi.[1] pada tahun 1930-an (wikipedia)

dprri.go.id

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

BAM DPR RIKONFLIK LAHANSUKU ANAK DALAM
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Previous

Pemerintah Buka Peluang Perluas Akses Sekolah Rakyat Untuk Penyandang Disabilitas

Next

Hadiri Forum Parlemen Negara Middle Power, Puan Bicara Soal Peacebuilding di Palestina dan Sudan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • get privacy
Copyright 2026 GETMEDIA GROUP