Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • Nusa Tenggara Barat
Close

Search

Soroti Lambannya Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya di Daerah
PARLEMEN

Komisi X DPR RI Soroti Lambannya Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya di Daerah

By Redaksi GETNEWS.
28 November 2025 2 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Komisi X DPR RI Soroti Lambannya Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya di Daerah

Mojokerto, getnews – Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono, menegaskan bahwa aspek kelembagaan dalam pelestarian cagar budaya masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat serius bagi pemerintah daerah. Hal tersebut ia sampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja Panja Pelestarian Cagar Budaya Komisi X DPR RI di Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (27/11/2025).

Menurut Juliyatmono amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya seharusnya menjadi dasar kuat bagi setiap pemerintah daerah untuk membentuk TACB. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembentukan tim tersebut masih jauh dari ideal. Banyak daerah yang belum memiliki TACB yang berfungsi optimal, bahkan sebagian masih belum membentuknya sama sekali.

Padahal, TACB memegang peran strategis dalam proses pengkajian, evaluasi, penetapan, hingga perlindungan situs-situs budaya dan museum. Tanpa keberadaan tim ini, proses pelestarian kerap berjalan tanpa landasan keilmuan yang memadai, sehingga rentan menimbulkan kesalahan penanganan atau bahkan mengancam keberlangsungan warisan budaya itu sendiri.

Juliyatmono menekankan pentingnya membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi para ahli maupun komunitas budaya. Menurutnya, penguatan TACB bukan hanya soal memenuhi regulasi, tetapi juga memperkuat ekosistem kebudayaan yang melibatkan masyarakat.

“Ini harus diberi ruang dan diberi kebebasan untuk mengemukakan pendapat, dan harus mulai dibuka. Regulasinya dipermudah dan kembali harus melibatkan semua komunitas,” tegas Juliyatmono.

Ia juga menyoroti besarnya antusiasme komunitas-komunitas budaya yang ingin terlibat dalam pelestarian, terutama di kawasan bersejarah seperti Trowulan. Menurutnya, semangat dan kontribusi masyarakat perlu diakomodasi dalam proses pembangunan ekosistem kebudayaan yang inklusif.

“Komunitasnya luar biasa besar. Mereka ingin terlibat, berkarya, membubuhkan niat baik, dan menambah kesempurnaan dari kehadiran Museum Majapahit yang hebat nanti,” lanjut legislator Partai Golkar tersebut.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pelestarian cagar budaya tidak bisa berjalan tanpa keberadaan kelembagaan yang kuat dan partisipatif. Juliyatmono berharap pemerintah daerah dapat mempercepat pembentukan TACB serta memastikan tim tersebut bekerja secara profesional, terbuka, dan dekat dengan komunitas budaya yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan bangsa.

Komisi X DPR RI melalui Panja Pelestarian Cagar Budaya menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan regulasi, kelembagaan, serta dukungan anggaran agar proses pelestarian warisan budaya nasional dapat berjalan lebih sistematis, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat secara nyata. (blf/rdn)

dpr.go.id

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

Komisi X DPR RI Soroti Lambannya Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya di DaerahMOJOKERTOPanja Pelestarian Cagar Budaya Komisi X DPR RITACB
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, meminta dukungan konkret dari kepala daerah se-Bali untuk mempercepat penyertipikatan tanah. Permintaan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama bupati dan wali kota se-Bali di Kantor Gubernur Bali, Denpasar. (Foto Humas Kementerian ATR BPN)
Previous

KABAR GEMBIRA SERTIFIKASI TANAH! Menteri Nusron Desak Bali Hapus BPHTB untuk Lindungi Warga Miskin

Menko PMK saat melepas bantuan darurat untuk penanganan banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar. Foto: Humas KemenkoPMK
Next

Menko PMK Lepas Bantuan Penanganan Bencana Akibat Siklon Tropis Senyar di Pulau Sumatra

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • get privacy
Copyright 2026 GETMEDIA GROUP