Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
getnews.co.id getnews.co.id

get insight

getnews.co.id getnews.co.id

get insight

  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Nukila Amal - IKHTIAR Yang Tak Benar-Benar (TEMPO/GETNEWS./istimewa)
BEDAH BUKU

Ikhtiar yang Tak Benar-Benar: Manifesto Kegagalan yang Puitis

By Emha Firmansyah
28 Maret 2026 2 Min Read
0

​DI DUNIA yang terobsesi pada efisiensi dan hasil akhir, Nukila Amal datang membawa kabar buruk yang melegakan: bahwa tidak semua “ikhtiar” harus sampai pada tujuan. Melalui novel Ikhtiar yang Tak Benar-Benar, peraih predikat Buku Prosa Terbaik Tempo 2025 ini menguliti mitos tentang kesuksesan, identitas, dan bagaimana manusia Indonesia modern terjebak dalam teater absurditas antara keinginan pribadi dan tekanan sistemik.

​

The Architect of Words

🖋️

Nukila Amal

Penulis asal Ternate yang dikenal sebagai “penyihir kata”. Karya fenomenalnya, Cala Ibi (2003), menempatkannya di jajaran penulis garda depan Indonesia. Dalam buku terbarunya, ia mengeksplorasi feminisme eksistensial dengan narasi yang menolak tunduk pada struktur plot konvensional.

Sinopsis: Labirin Pencarian yang Melingkar

​Novel ini mengikuti narasi batin seorang perempuan yang mencoba mendefinisikan ulang makna “ikhtiar”. Ia bergerak di antara ruang-ruang domestik yang menyesakkan dan ruang publik yang menuntut konformitas. Alih-alih mengejar puncak karier atau stabilitas asmara seperti narasi klise, sang tokoh justru memilih jalan memutar, berhenti sejenak pada detail-detail kecil yang dianggap tidak penting oleh masyarakat.

​Nukila meramu elemen feminisme Indonesia modern bukan lewat slogan, melainkan lewat pilihan-pilihan radikal sang tokoh untuk “tidak menjadi apa-apa”. Ini adalah cerita tentang kegagalan yang dirayakan sebagai bentuk tertinggi dari kedaulatan individu. Pencarian identitas di sini bukan untuk menemukan jawaban, melainkan untuk menikmati keindahan dari pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab.

Audit Strategis: Dimensi Eksistensial dalam Ikhtiar Nukila

​Analisis ini membedah lapisan filosofis yang membuat buku ini terpilih sebagai Prosa Terbaik Tempo di tengah desakan industri literasi yang makin komersial.

​

Strategic Audit: The Absurdity of Human Effort

Pilar EksistensialRefleksi dalam BukuVonis GETNEWS (Audit)
Kebebasan vs KonformitasPenolakan tokoh terhadap peran sosial tradisional.INDIVIDUAL AUTONOMY
Absurditas HidupKesadaran bahwa ikhtiar tak menjamin hasil.EXISTENTIAL HONESTY
Feminisme ModernTubuh dan pikiran sebagai otoritas tunggal diri.FEMALE EMPOWERMENT

Vonis GetNews:

​Membaca Nukila Amal adalah tindakan pembangkangan intelektual yang menenangkan. Di era di mana kita dipaksa untuk selalu “bermanfaat” dan “berhasil”, Ikhtiar yang Tak Benar-Benar memvalidasi hak kita untuk diam, untuk gagal, dan untuk sekadar menjadi manusia yang mencari. Buku ini sangat relevan untuk membedah bagaimana individu bisa bertahan di tengah tekanan sistem sosial-politik yang kaku tanpa harus kehilangan jiwanya. Sante, Lur! Gagal itu tidak apa-apa, asal puitis.

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

2034 – Saat Kesalahan Kecil Membakar Dunia
Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

IKHTIAR Yang Tak Benar-BenarNUKILA AMAL
Author

Emha Firmansyah

Pemimpin Redaksi GETNEWS.CO.ID

Follow Me
Other Articles
Tim gabungan Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar upaya penyelundupan narkotika jenis MDMA bercampur kokain dalam bentuk bubuk dan etomidate dalam pods vape di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (Dok. Bea Cukai Soetta)
Previous

Bea Cukai Bongkar Penyelundupan MDMA & Pods Etomidate

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mengapresiasi platform digital X dan Bigo Live dalam memenuhi kewajiban Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Foto: Agus Siswanto/InfoPublik/Ditjen KPM Kemkomdigi (GETNEWS.)
Next

Benteng Digital: PP Tunas dan Ultimatum bagi Raksasa Platform

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 — getnews.co.id.