“Getnews+ Strategic Audit examines the final 2025 narcotics enforcement report by Polda NTB. With 1,010 cases uncovered and 1,453 suspects detained, the seizure of over 17kg of crystal meth and 42kg of marijuana highlights a persistent regional threat. This audit identifies a critical shift in law enforcement tactics—moving from mere arrests to the large-scale destruction of evidence as a symbolic and legal ‘hard reset’ for the 2026 security agenda.”
MATARAM — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) resmi menutup buku kinerja tahun 2025 dengan sebuah “pesan keras” bagi sindikat narkotika. Melalui pemusnahan barang bukti yang dipimpin langsung oleh Wakapolda NTB, Brigjen Pol. Hari Nugroho, kepolisian menegaskan bahwa NTB bukan tempat yang ramah bagi peredaran gelap narkoba.
1. Eskalasi Penindakan: Melampaui Angka Statistik
Audit kinerja selama periode 1 Januari hingga 28 Desember 2025 menunjukkan intensitas penegakan hukum yang sangat tinggi. Keberhasilan mengungkap 1.010 kasus dengan 1.453 tersangka mencerminkan rasio pengungkapan hampir 3 kasus per hari. Dominasi barang bukti sabu (17,1 kg) dan ganja (42,9 kg) mengonfirmasi bahwa jenis narkotika ini masih menjadi ancaman utama di NTB.
2. Diversifikasi Ancaman: Dari Kokain hingga Magic Mushroom
Hal yang menarik dalam audit kali ini adalah munculnya varian narkotika yang lebih beragam di NTB, termasuk penangkapan barang bukti kokain, MDMA, hasis, hingga magic mushroom. Munculnya jenis narkotika “premium” dan psikoaktif baru ini menuntut kepolisian untuk terus memperbarui strategi deteksi di pintu-pintu masuk wilayah.
Getnews+ Signature Data: Polda NTB Narcotics Seizure Audit 2025
Pemusnahan barang bukti sabu 339,6 gram dan ganja 2,4 kg hanyalah puncak gunung es dari total tangkapan sepanjang tahun. Tantangan sesungguhnya bagi Polda NTB di tahun 2026 adalah memutus mata rantai suplai, bukan sekadar menangkap kurir. Sinergi lintas sektor yang ditekankan Wakapolda harus diimplementasikan melalui audit perbatasan (pelabuhan dan bandara) yang lebih ketat demi melindungi masa depan generasi muda NTB.




