MAKASSAR, getnews.co.id — Operasi evakuasi korban pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) PK-THT resmi memasuki fase kritis. Minggu malam (18/1), dalam konferensi pers darurat di Bandara Sultan Hasanuddin, otoritas Basarnas mengumumkan penghentian sementara evakuasi jenazah pertama. Namun, di balik kendala cuaca, sebuah pengakuan mengejutkan dari pihak maskapai mengenai kondisi teknis pesawat kini menjadi fokus utama audit investigasi Getnews.
Jenazah “Diinapkan” di Ketinggian 1.300 MDPL
Kabut tebal dengan jarak pandang di bawah 3 meter memaksa Tim SAR Gabungan mengambil keputusan pahit. Satu jenazah laki-laki yang berhasil diangkat dari dasar jurang sedalam 200 meter terpaksa “diinapkan” di pos darurat di atas tebing Bulusaraung. Medan vertikal yang licin dan risiko bebatuan kars yang tajam membuat proses penarikan (hauling) menjadi taruhan nyawa bagi tim penyelamat.
”Kami tidak bisa memaksakan penurunan jalur darat dalam kondisi visibilitas nol. Jenazah saat ini dijaga ketat oleh tim aju di ketinggian, dan evakuasi akan dimulai kembali pada fajar pertama pukul 05.00 WITA,” tegas SMC Muhammad Arif Anwar.
Audit Investigatif: Jejak Kerusakan Mesin H-1
Poin paling krusial dalam konferensi pers malam ini adalah pengakuan dari Direktur Operasional IAT. Secara implisit, terungkap bahwa pesawat PK-THT sempat mengalami “Technical Problem” pada sistem mesin pada hari Jumat (16/1), hanya sehari sebelum penerbangan maut Jogja-Makassar tersebut.
Meskipun maskapai mengklaim bahwa pesawat telah dinyatakan serviceable (layak terbang) setelah perbaikan singkat, penemuan mesin utama di dasar jurang malam ini menjadi kunci bagi KNKT. Audit Getnews menyoroti: Apakah ada pemaksaan kelaikan terbang di tengah jadwal padat penerbangan charter KKP?
| Parameter Audit | Temuan Konferensi Pers | Status Investigasi |
|---|---|---|
| TEKNIS PESAWAT | Riwayat gangguan mesin pada H-1 (Jumat, 16/1). | PENDALAMAN KNKT |
| OPERASI SAR | 1 Jenazah di High Point tebing; 9 korban dalam pencarian. | SUSPENDED (WEATHER) |
| BUKTI FISIK | Mesin Utama & Body Part ditemukan di radius 500m. | TERVERIFIKASI |




