DAVOS — Berikut adalah intisari pidato bersejarah Presiden Prabowo Subianto yang memperkenalkan Doktrin Prabowonomics di hadapan pemimpin dunia. Laporan ini menyajikan kutipan asli beserta terjemahan strategis untuk memahami arah kebijakan nasional ke depan.
1. Pembukaan: Indonesia Sebagai Raksasa yang Bangun
“Indonesia is no longer a sleeping giant. We have awakened, and we are ready to take our rightful place in the global supply chain, not as a provider of raw materials, but as an industrial powerhouse.”
Terjemahan:
“Indonesia bukan lagi raksasa yang tertidur. Kami telah terjaga, dan kami siap mengambil tempat yang selayaknya dalam rantai pasok global—bukan sebagai penyedia bahan mentah, melainkan sebagai kekuatan industri utama.”
2. Inti Hilirisasi (Doktrin Utama)
“To my friends and partners in Europe and across the globe: our resources are for the prosperity of our people. We invite you to build with us, to invest in our factories, and to transfer your technology. We will not compromise on downstreaming.”
Terjemahan:
“Kepada para sahabat dan mitra kami di Eropa dan seluruh penjuru dunia: sumber daya kami adalah demi kemakmuran rakyat kami. Kami mengundang Anda untuk membangun bersama kami, berinvestasi di pabrik-pabrik kami, dan mentransfer teknologi Anda. Kami tidak akan berkompromi dalam hal hilirisasi.”
3. Ketahanan Pangan & Energi (The Sovereign Shield)
“Food security is national security. Our ‘Smart Farming’ initiatives and Biofuel B60 program are not just economic policies; they are our shield against global instability. Indonesia aims to be a breadbasket for the world.”
Terjemahan:
“Ketahanan pangan adalah keamanan nasional. Inisiatif Smart Farming dan program Biofuel B60 kami bukan sekadar kebijakan ekonomi; mereka adalah perisai kami terhadap ketidakstabilan global. Indonesia bertekad menjadi lumbung pangan dunia.”
4. Penutup: Kemitraan yang Sejajar
“We seek cooperation, not charity. We offer a partnership of equals based on mutual respect and shared prosperity.”
Terjemahan:
“Kami mencari kerja sama, bukan belas kasihan. Kami menawarkan kemitraan antar pihak yang sejajar, berdasarkan rasa saling menghormati dan kemakmuran bersama.”
“Bahasa diplomasi adalah bahasa kedaulatan; setiap kata yang diucapkan di Davos adalah janji untuk kemandirian bangsa.”
Verification & Authority
*Dokumen ini merupakan bagian dari layanan “Verified Content” GET INSIGHTS. Seluruh transkrip dan data pasar telah melalui proses audit silang per 22 Januari 2026.




