MAKASSAR, getnews.co.id — Operasi SAR Gabungan pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, mencatat perkembangan signifikan pada hari ketiga, Senin (19/1). Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar resmi mengonfirmasi penemuan korban kedua di titik yang jauh lebih ekstrem dari lokasi penemuan pertama.
Penemuan di Titik ‘Dead Zone’
Korban kedua berhasil dideteksi oleh tim rescuer di lapangan pada pukul 14.10 WITA, hanya selisih 15 menit sebelum konferensi pers otoritas dimulai. Berbeda dengan korban pertama yang ditemukan di lereng sedalam 200 meter pada hari Minggu, korban kedua ditemukan terhempas hingga kedalaman 500 meter di bawah titik benturan awal.
”Kondisi lokasi sangat terjal, hampir tegak lurus (90 derajat). Kedalamannya cukup ekstrem dan didominasi bebatuan karst yang tajam,” ungkap Marsdya TNI Mohammad Syafii. Berdasarkan laporan awal, korban kedua diduga berjenis kelamin perempuan, namun otoritas menekankan bahwa identifikasi final tetap merupakan wewenang penuh tim DVI Mabes Polri.
Perburuan ‘Black Box’ & Kendala Cuaca
Selain fokus pada evakuasi korban, Basarnas dan KNKT kini mulai membagi tim untuk pelacakan sinyal Black Box. Tim Getnews memantau bahwa upaya penurunan personel tambahan melalui helikopter H225M TNI AU sempat terkendala kabut tebal dengan jarak pandang hanya 5-10 meter. Operasi modifikasi cuaca kini tengah dikoordinasikan untuk mempercepat proses evakuasi vertikal yang sangat berisiko bagi personel SAR di lapangan.




