BENER MERIAH, GETNEWS — Komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan infrastruktur pascabencana terus diperkuat di wilayah tengah Aceh. Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodim 0119/Bener Meriah kini tengah merampungkan pemasangan pagar pengaman pada Jembatan Armco di Desa Bahagie Bertona, Kecamatan Bandar.
Langkah ini diambil guna menjamin keamanan masyarakat yang melintasi jalur vital tersebut. Meski secara fungsional jembatan sudah dapat dilalui, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama bagi korps baju hijau ini.
Komandan Kodim 0119/BM, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa pembangunan pagar pembatas ini adalah bagian dari standar keselamatan konstruksi yang tidak bisa ditawar.
“Jembatan sudah bisa dimanfaatkan warga, tetapi untuk memastikan faktor keselamatan, kami membangun pagar pembatas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Letkol Inf Ahmad Fauzi, Jumat (16/1/2026).
Pekerjaan yang melibatkan prajurit Kodim 0119/BM dan Yon Arhanud 5/CSBY ini dilaporkan telah mencapai progres 90 persen. Proyek ini menjadi bagian krusial dari upaya pemulihan mobilitas warga dan aktivitas ekonomi lokal di Kabupaten Bener Meriah pascabencana hidrometeorologi.
“Membangun jembatan adalah soal konektivitas, tapi membangun pagar pengaman adalah soal empati. Karena sebuah jalur vital tidak boleh hanya cepat jadi, ia harus menjadi tempat di mana masyarakat merasa aman saat melangkah. Di Bener Meriah, TNI sedang memasang pembatas antara mobilitas dan bahaya.”
Artikel ini diolah berdasarkan rilis berita resmi yang diterbitkan oleh Portal Komunikasi Publik (InfoPublik.id).




