EXECUTIVE SUMMARY
- New Milestones: Head of National Nutrition Agency (BGN) Dadan Hindayana inaugurated 69 new SPPG units in Batang, Central Java, specifically targeting PBNU coordination.
- Massive Scaling: By the end of 2025, SPPG units have expanded from 190 to 19,000 units, aiming to serve 55 million beneficiaries.
- Budget Injection: A total of IDR 855 billion will be disbursed daily starting January 8, 2026, to fund the Free Nutritious Meal (MBG) program.
- Employment Impact: Over 1.6 million people, including 800,000 direct workers, will be involved in the nationwide rollout.
BATANG, getnews – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meresmikan 69 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tahap ketiga hasil kolaborasi dengan Tim Koordinasi Akselerasi (TKA) PBNU di Pondok Pesantren Al Hasani, Batang, Selasa (30/12/2025).
Peresmian ini menandai lompatan besar program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga akhir 2025, jumlah SPPG yang semula hanya 190 unit pada awal tahun, kini telah melonjak menjadi 19.000 unit di seluruh Indonesia. Seluruh satuan ini dijadwalkan mulai beroperasi serentak pada 8 Januari 2026.
Audit Ekonomi: Sirkulasi Rp855 Miliar per Hari
Dadan merincikan bahwa pada peluncuran nasional nanti, pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp855 miliar dalam satu hari. Struktur penggunaan dana tersebut dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal secara langsung:
Analisis Alokasi Dana SPPG (Per Januari 2026)
| Komponen Penggunaan | Persentase | Target Pembelian/Penyaluran |
|---|---|---|
| Bahan Baku | 70% | Beras, Telur, Ayam, Minyak, Bumbu (Lokal) |
| Tenaga Kerja | 20% | Gaji 800.000 pekerja langsung SPPG |
| Dana Kelola Tahunan | – | Rp11 Miliar / SPPG per Tahun |
Sumber: Data Badan Gizi Nasional (31/12/2025)
Selain itu, kebutuhan logistik satu SPPG setiap bulan mencapai 5 ton beras (setara panen 2 hektare lahan) dan 3.000 butir telur per hari. Dadan berharap program ini mendorong kemandirian petani dan peternak di sekitar lokasi pelayanan.




