PANGKEP, getnews.co.id — Operasi evakuasi dramatis di Puncak Bulusaraung akhirnya membuahkan hasil memilukan. Minggu sore (18/1), tepat pukul 14.43 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu jenazah yang diduga kuat merupakan kru atau penumpang pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT).
Evakuasi “Gantung” di Dinding Karst
Penemuan ini mengonfirmasi betapa ekstremnya titik benturan pesawat. Korban ditemukan tersangkut di dinding tebing dengan kemiringan nyaris tegak lurus (90 derajat). Situasi ini memaksa tim Vertical Rescue Basarnas dan Kopasgat TNI AU menggunakan teknik rappelling untuk menjangkau titik jenazah.
”Posisi korban sangat sulit. Tim harus turun menggunakan tali dari atas tebing karena medan tidak memungkinkan untuk pendekatan jalur biasa,” ungkap Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, yang memantau langsung proses evakuasi.
Radius Pencarian Sejauh 1 Kilometer
Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, menyatakan bahwa pencarian 9 korban lainnya kini difokuskan pada radius 1 kilometer dari titik badan pesawat. Medan bebatuan kars di ketinggian 1.200 MDPL menjadi tantangan utama, ditambah kabut tebal yang sore ini kembali menutup jarak pandang hingga hanya tersisa 5 meter.




