YOGYAKARTA, getnews – Perfilman nasional tidak hanya dinilai dari keindahan visual, tetapi juga kekuatan audio. Menyadari skill gap ini, Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) berkolaborasi dengan Produksi Film Negara (PFN) menghadirkan EKRAF X PFN di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memberdayakan sineas daerah agar mampu memperluas akses pasar dan bersaing di kancah internasional.
Wamen Ekraf: Akses Pasar dan Tukar Ide Lintas Sektor Kunci Kemajuan
Wamen Ekraf Irene Umar menegaskan bahwa booth EKRAF X PFN di halaman Empire XXI dirancang sebagai ruang yang interaktif dan inspiratif.
“Kegiatan visitasi ini memperkuat sinergi Ekraf dengan lembaga perfilman nasional sekaligus menjadi langkah strategis untuk mendorong sineas lokal memperluas akses pasar, bertukar ide, dan menjalin kolaborasi dengan komunitas kreatif,” ujar Wamen Ekraf Irene.
Sound Design: Kunci Emosi yang Wajib Dikuasai Sineas Lokal
Sesi coaching clinic di booth EKRAF x PFN menampilkan pemateri spesialis Sound and Music, Elwin Hendrijanto. Ia menyoroti tantangan terbesar bagi sineas muda saat ini.
“Banyak sineas muda yang sudah kuat secara visual, tetapi masih perlu pendalaman terkait bagaimana musik dan sound design membangun emosi dan atmosfer cerita,” ujar Elwin.
Menurutnya, unsur audio adalah kunci yang sering terabaikan namun sangat vital untuk mencapai standar profesional dan siap bersaing di tingkat global.
Melalui coaching clinic ini, KemenEkraf berharap semakin banyak talenta lokal yang memahami pentingnya komposisi musik dan desain suara dalam produksi film, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor perfilman nasional.
Kementerian Ekonomi Kreatif




