KESEHATAN

Bukan dari Kali! Pakar ITB Bongkar Rahasia Air Pegunungan: Disaring Batuan Selama Bertahun-tahun di Lapisan Akuifer

JAKARTA, getnews – Selama ini, banyak konsumen mengira air pegunungan yang mereka konsumsi diambil langsung dari aliran sungai atau mata air permukaan. Namun, pemahaman itu diluruskan oleh pakar hidrogeologi, yang menjelaskan bahwa kualitas air terjamin justru karena proses geologi yang kompleks di bawah tanah.

​Profesor Lambok M. Hutasoit, pakar hidrogeologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menegaskan bahwa sumber air pegunungan sebenarnya berasal dari sistem akuifer alami yang terbentuk selama bertahun-tahun.

Akuifer: Filter Alam yang Bekerja Selama Bertahun-tahun

​Akuifer atau ponot adalah lapisan yang berada di bawah tanah yang menyimpan dan mengalirkan air. Proses terbentuknya adalah kunci keamanan air:

  1. Resapan Perlahan: Air hujan turun di kawasan pegunungan dan meresap perlahan melalui berbagai lapisan batuan dan tanah.
  2. Penyaringan Alami: Proses resapan ini bisa memakan waktu bertahun-tahun, di mana batuan berpori (seperti pasir, kapur, dan gamping) secara alami menyaring air dan mengisinya dengan mineral bermanfaat.
  3. Pilihan AMDK: Air dari akuifer dalam pegunungan menjadi pilihan terbaik bagi industri AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) karena kualitasnya lebih terjamin dibandingkan air tanah biasa.

infopublik.id

Foto udara obyek wisata air terjun Telun Berasap di Gunung Tujuh, Kerinci, Jambi, Minggu (28/9/2025). Air terjun setinggi 50 meter yang berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di tepi jalan nasional perbatasan Jambi dengan Sumatera Barat itu saat ini dikelola Pemerintah Kabupaten Kerinci dengan rata-rata kunjungan 100 orang per minggu. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc.