Nusa Tenggara Barat PENDIDIKAN

Bursa Calon Rektor Unram 2026–2030: Membedah Kekuatan Lima Jagoan, Mana yang Paling Cocok Jadi ‘Satpam Anggaran’?

dok.unram.ac.id

​Kajian Bernas: Antara Ilmu Hukum (Aturan) dan Ilmu Peternakan (Produktivitas)—Unram Butuh Pemimpin yang Mampu Menghadapi Tuntutan Akreditasi dan Riset Global.

​Pemilihan Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2026–2030 telah memanas. Lima figur terbaik diperkenalkan, yang semuanya bergelar Profesor dan berbekal rekam jejak yang mentereng.

​Namun, pemilihan Rektor Unram bukan hanya soal gelar akademik. Ini adalah pemilihan CEO yang akan mengelola potensi anggaran dan menanggapi tuntutan global. Pertanyaannya: Mana yang paling cocok jadi ‘Satpam Anggaran’ dan pemimpin yang mampu mendorong peringkat riset Unram?

​1. ⚖️ The Judge: Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum. (Ilmu Hukum)

  • Kekuatan Simbolis: Beliau membawa Kepastian Hukum. Di tengah isu-isu tata kelola dan Dana Siluman yang kerap menghantui birokrasi, seorang Rektor dari Fakultas Hukum adalah janji bahwa aturan akan ditegakkan.
  • Analisis Bernas: Institusi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sangat rentan terhadap praktik korupsi, terutama pada tiga area: anggaran, pengelolaan aset, serta pengadaan barang dan jasa. Fakta ini diperkuat oleh KPK yang secara eksplisit mengungkap 3 area risiko korupsi terbesar di PTN. Oleh karena itu, Prof. Kurniawan adalah janji audit internal dan kepastian regulasi yang diperlukan.
  • Relevansi Pilrek: Beliau secara langsung telah menyerukan perlunya politik nilai yang menempatkan visi, rekam jejak, kapasitas intelektual, serta integritas sebagai dasar pertimbangan utama dalam proses pemilihan rektor. Prof. Kurniawan adalah Judge yang menjanjikan proses (https://rri.co.id/daerah/2014888/pemilihan-rektor-beradab-ajakan-prof-kurniawan-tegakkan-politik-nilai-di-unram) pemilihan yang sehat dan beradab.

​2. 👨‍🏫 The Stabilizer: Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd. (Pendidikan/Keguruan)

  • Kekuatan Simbolis: Beliau adalah Sang Pendidik. Fokusnya bukan hanya pada output riset, tapi pada proses mendidik birokrasi dan civitas akademika.
  • Analisis Bernas: Tugas berat Rektor baru adalah (https://www.inews.id/news/nasional/unram-gelar-pilrek-lima-guru-besar-jadi-bakal-calon) memastikan pemilihan berjalan transparan dan berintegritas. Prof. Sukardi bisa menjadi Stabilizer yang diperlukan untuk memimpin reformasi kultural yang sabar.

​3. 🐑 The Shepherd: Prof. Muhammad Ali, S.Pt., M.Si., Ph.D. (Peternakan/Pertanian)

  • Kekuatan Simbolis: Beliau adalah Sang Produktivitas dan Komunitas. Beliau membawa semangat Ketahanan Pangan karena latar belakangnya sebagai Dekan Fakultas Peternakan dan mantan Ketua LPPM Unram.
  • Analisis Bernas: Di tengah isu inflasi pangan Mataram, Unram sebagai universitas agraris memiliki tanggung jawab besar untuk menjawab masalah ini. Prof. Ali dikenal sebagai akademisi yang membumi dan dekat dengan petani. Visi kepemimpinannya berfokus pada (https://lombokpost.jawapos.com/pendidikan/1506901992/prof-muhamad-ali-akademisi-unram-yang-membumi-dan-dekat-dengan-petani) menggembalakan riset Unram agar benar-benar menjawab masalah di pasar dan memastikan petani menjadi subjek pembangunan, bukan hanya objek program.

​4. 📐 The Calculator: Prof. Drs. Dedy Suhendra, M.Si., Ph.D. (MIPA)

​5. 🏗️ The Builder: Prof. Yusron Saadi, S.T., M.Sc., Ph.D. (Teknik/Insinyur)

​🏁 Penutup: Mengawal Integritas

  • Pentingnya Proses: Semua figur ini membawa rekam jejak yang kuat, namun masyarakat harus fokus mengawal (https://www.inews.id/news/nasional/unram-gelar-pilrek-lima-guru-besar-jadi-bakal-calon) setiap tahapan pemilihan dengan penuh integritas.
  • Pertanyaan Warung Kopi: Unram sedang diuji. Siapakah yang mampu memimpin reformasi struktural, meningkatkan riset, dan tetap bernyali menghadapi isu tata kelola? Mari kita kawal proses ini.

Tim Redaksi Getnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *