Nasional NEWS

Cadangan Beras RI Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Taklimat Awal Tahun kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026). (Foto: BPMI Setpres/Cahyo) (GETNEWS)

BOGOR, getnews.co.id — Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat awal tahun kepada jajaran Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Hambalang, Selasa (6/1/2026). Dalam arahannya, Kepala Negara menegaskan bahwa strategi transformasi bangsa yang dijalankan selama satu tahun terakhir telah membuahkan hasil membanggakan, ditandai dengan pencapaian swasembada beras yang lebih cepat dari target semula.

​Presiden mengungkapkan rasa syukur atas posisi cadangan beras pemerintah yang saat ini menembus angka 3 juta ton. “Ini tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Hasil kerja keras semua unsur untuk memastikan bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri,” tegas Presiden Prabowo.

Dashboard Strategi Kemandirian Bangsa: Pilar Swasembada 2026

​Presiden menekankan bahwa kemandirian pangan dan energi adalah elemen eksistensial bagi sebuah bangsa yang merdeka sepenuhnya.

Key Performance Indicators: National Self-Reliance (Jan 2026)
Pilar StrategisStatus & Capaian Riil
Cadangan Beras Nasional> 3 Juta Ton (Rekor Tertinggi Sejarah RI).
Target SwasembadaTercapai lebih cepat (Target awal 4 tahun).
Diversifikasi PanganFokus pada Karbohidrat & Protein (Susu & Daging).
Kemandirian EnergiPrioritas Utama Menuju Kemakmuran (Non-Impor).
Sumber: Taklimat Awal Tahun Presiden RI | Hambalang, 2026

Belajar dari Krisis Global dan Pandemi

​Presiden Prabowo mengingatkan jajaran kabinetnya tentang kerentanan sistem ekonomi global. Ia merujuk pada pengalaman pandemi COVID-19 di mana negara-negara pengekspor menutup akses pangan meskipun Indonesia memiliki dana untuk membeli. Dinamika konflik dunia saat ini semakin memperkuat urgensi strategi transformasi yang berbasis kajian jangka panjang tersebut.

Swasembada Energi Sebagai Pilar Kemakmuran

​Selain pangan, Kepala Negara memberikan catatan tebal pada sektor energi. Menurutnya, ketergantungan pada energi impor adalah hambatan terbesar bagi Indonesia untuk lepas dari kemiskinan. “Kalau kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi kita, tidak mungkin kita makmur,” tegasnya.

Strategi Tertulis dan Terukur

​Taklimat ini menegaskan bahwa langkah pemerintahan Kabinet Merah Putih bukan sekadar respons reaktif, melainkan bagian dari desain besar yang telah disusun secara tertulis dan dikaji selama puluhan tahun. Keberhasilan mencapai target cadangan pangan di tahun pertama menjadi landasan kepercayaan diri pemerintah untuk mengejar agenda swasembada energi dan hilirisasi nasional di tahun-tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *