JAKARTA, getnews – Pemerintah terus memastikan logistik makanan bagi korban banjir dan longsor di Sumatra terpenuhi. Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat, sebanyak 39 dapur umum yang didirikan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, membelanjakan dana hingga Rp 2 miliar setiap harinya.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, total 39 dapur umum ini mampu memproduksi 420.000 porsi makanan setiap hari untuk melayani kebutuhan makan tiga kali sehari bagi para pengungsi.
”Dapur-dapur umum yang kami dirikan itu bekerja sama dengan Dinas Sosial dan BPBD setempat, ada juga yang bekerja sama dengan masyarakat. Kami membantu bahan-bahan bakunya,” ujar Mensos, Selasa (9/12/2025).
Skala Bantuan Dinamis, Korban Meninggal Capai 961 Jiwa
Mensos menjelaskan bahwa dapur umum ini terus beroperasi selama seminggu terakhir. Meskipun jumlah porsi makanan bersifat dinamis—sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah, namun di beberapa lokasi lain jumlahnya bertambah—Kemensos menjamin suplai bahan baku.
Selain bantuan logistik, Kemensos juga melibatkan 648 Taruna Siaga Bencana (Tagana) di tiga provinsi untuk membantu mulai dari belanja bahan baku, konsolidasi, hingga memasak di dapur umum. Di sebagian titik, Kemensos juga telah menyelenggarakan pelayanan psikososial.
Di tengah upaya pemulihan ini, data terbaru dari BNPB per Senin (8/12/2025) pukul 16.00 WIB, mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah mencapai 961 jiwa.
infopublik.id




