ACEH

Denyut Pasar Kuala Simpang Kembali Berdetak: Klinik UMKM Siapkan Penghapusan Utang Pedagang

Aktivitas jual beli di toko sepatu milik Surahim di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada Kamis (1/1/2026). (Foto: Dok. BNPB)

ACEH TAMIANG, getnews.co.id — Aktivitas perdagangan di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan pascabanjir besar yang melumpuhkan wilayah tersebut. Meski sisa lumpur masih terlihat di beberapa sudut, para pedagang kecil mulai membuka kembali kios mereka, didukung oleh intervensi strategis pemerintah pusat dan daerah.

​Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Aceh Tamiang, Ibnu Azis, mengungkapkan bahwa hingga 3 Januari 2026, proses pembersihan fisik pasar telah mencapai 90 persen. Penanganan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara TNI, BNPB, dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

Dashboard Pemulihan Ekonomi: Fokus UMKM Terdampak

​Pemerintah tidak hanya melakukan pembersihan fisik, tetapi juga menyiapkan “bantalan ekonomi” bagi pedagang yang kehilangan modal usaha akibat bencana.

Recovery Index: Pasar Kuala Simpang Q1 2026
Sektor PemulihanTarget & KebijakanStatus
Pembersihan FisikPembersihan lumpur, parit, dan akses logistik.90% SELESAI
Klinik UMKM BangkitPendampingan teknis dan suntikan modal usaha baru.AKTIF
Skema KeuanganPROGRAM PENGHAPUSAN UTANG MODAL.PROSES
Bantuan SosialDistribusi kebutuhan dasar pangan bagi pedagang.TERDISTRIBUSI
Sumber: Dinas Koperasi & UKM Aceh Tamiang / Satgas Bencana (Januari 2026)

Kisah Surahim: Bertahan dengan ‘Sepatu Pacul’

​Resiliensi pedagang terlihat pada sosok Surahim, perajin sepatu di Desa Bukit Rata yang kembali membuka tokonya meski lumpur masih membayangi. Ia secara jeli memanfaatkan peluang dengan menjual sepatu bot karet atau “sepatu pacul” yang sangat dibutuhkan warga untuk membersihkan sisa bencana. “Saya kembali ke toko sambil jualan sekaligus lanjut bersih-bersih,” ujar Surahim.

Penghapusan Utang Sebagai Solusi Utama

​Hambatan terbesar bagi pedagang kecil pascabencana adalah jeratan utang modal. Menanggapi hal ini, Ibnu Azis menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan program penghapusan utang bagi UMKM terdampak. Langkah ini disesuaikan dengan skala kerugian yang dialami guna memastikan para pedagang dapat memulai kembali usahanya tanpa beban finansial masa lalu.

​Kolaborasi antara pembersihan fisik dan dukungan finansial ini diharapkan mampu mengembalikan status Pasar Kuala Simpang sebagai urat nadi ekonomi Aceh Tamiang dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *