ACEH TAMIANG, getnews.co.id — Aktivitas perdagangan di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan pascabanjir besar yang melumpuhkan wilayah tersebut. Meski sisa lumpur masih terlihat di beberapa sudut, para pedagang kecil mulai membuka kembali kios mereka, didukung oleh intervensi strategis pemerintah pusat dan daerah.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Aceh Tamiang, Ibnu Azis, mengungkapkan bahwa hingga 3 Januari 2026, proses pembersihan fisik pasar telah mencapai 90 persen. Penanganan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara TNI, BNPB, dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).
Dashboard Pemulihan Ekonomi: Fokus UMKM Terdampak
Pemerintah tidak hanya melakukan pembersihan fisik, tetapi juga menyiapkan “bantalan ekonomi” bagi pedagang yang kehilangan modal usaha akibat bencana.
| Sektor Pemulihan | Target & Kebijakan | Status |
|---|---|---|
| Pembersihan Fisik | Pembersihan lumpur, parit, dan akses logistik. | 90% SELESAI |
| Klinik UMKM Bangkit | Pendampingan teknis dan suntikan modal usaha baru. | AKTIF |
| Skema Keuangan | PROGRAM PENGHAPUSAN UTANG MODAL. | PROSES |
| Bantuan Sosial | Distribusi kebutuhan dasar pangan bagi pedagang. | TERDISTRIBUSI |
Kisah Surahim: Bertahan dengan ‘Sepatu Pacul’
Resiliensi pedagang terlihat pada sosok Surahim, perajin sepatu di Desa Bukit Rata yang kembali membuka tokonya meski lumpur masih membayangi. Ia secara jeli memanfaatkan peluang dengan menjual sepatu bot karet atau “sepatu pacul” yang sangat dibutuhkan warga untuk membersihkan sisa bencana. “Saya kembali ke toko sambil jualan sekaligus lanjut bersih-bersih,” ujar Surahim.
Penghapusan Utang Sebagai Solusi Utama
Hambatan terbesar bagi pedagang kecil pascabencana adalah jeratan utang modal. Menanggapi hal ini, Ibnu Azis menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan program penghapusan utang bagi UMKM terdampak. Langkah ini disesuaikan dengan skala kerugian yang dialami guna memastikan para pedagang dapat memulai kembali usahanya tanpa beban finansial masa lalu.
Kolaborasi antara pembersihan fisik dan dukungan finansial ini diharapkan mampu mengembalikan status Pasar Kuala Simpang sebagai urat nadi ekonomi Aceh Tamiang dalam waktu dekat.




