PANGKEP, getnews.co.id — Di ketinggian 1.300 MDPL Gunung Bulusaraung, sebuah drama sunyi sedang mencapai titik nadir. Tim SAR gabungan yang bertugas mengevakuasi korban PK-THT kini bukan hanya bertarung melawan medan vertikal dan kabut orografik yang menutup jarak pandang, melainkan sedang berhadapan dengan lawan yang jauh lebih tangguh: Kelelahan Psikologis.
Antara Hoist dan Jurang 200 Meter
Laporan lapangan menunjukkan bahwa tim SRU harus bertahan dalam kondisi basah dan dingin ekstrem selama lebih dari 24 jam di bibir jurang sedalam 200 meter. Tekanan psikologis meningkat ketika proses evakuasi udara menggunakan helikopter Caracal harus dibatalkan berkali-kali akibat turbulensi angin puncak. Membawa jenazah di medan vertikal dengan cara manual (jalur darat) bukan hanya soal kekuatan fisik, tapi soal ketahanan mental melihat puing pesawat yang hancur berkeping-keping.
Beban Moral ‘The Last One’
Bagi para personil Basarnas dan potensi SAR, setiap detik penundaan adalah beban moral terhadap keluarga korban yang menanti di Posko Maros. Getnews menyoroti variabel “Keheningan Gunung” yang seringkali memicu halusinasi dan penurunan daya fokus. Di sinilah peran pemandu lokal seperti Arman menjadi vital—bukan hanya sebagai penunjuk jalan, tapi sebagai jangkar psikologis yang memastikan tim tetap berada pada kesadaran penuh di tengah kepungan kabut “putih maut”.
Refleksi Kemanusiaan: Siapa yang Peduli?
Seringkali, setelah drama evakuasi usai, para pahlawan ini terlupakan dalam lembaran rilis resmi. Analisis Getnews menekankan pentingnya dukungan logistik mental bagi para petugas. Di balik seragam oranye dan loreng, ada manusia yang juga memiliki batas. Tragedi PK-THT ini adalah pengingat keras bahwa dalam setiap operasi SAR berskala besar, variabel manusia—mental dan spiritual—adalah komponen yang paling mahal harganya, namun paling jarang masuk dalam anggaran audit kebijakan.
| Faktor Tekanan | Dampak pada Responder | Tingkat Risiko |
|---|---|---|
| FATIGUE (Kelelahan) | Penurunan respons motorik di medan vertikal (slippery slope). | EXTREME |
| VISIBILITY (Kabut) | Disorientasi ruang yang memicu kecemasan kognitif. | TINGGI |
| EMOTIONAL LOAD | Trauma sekunder akibat kondisi jenazah dan puing pesawat. | MODERATE |




