FREE KICK

Dibuang Liverpool, Dipeluk Mesir: Mengapa Mohamed Salah Adalah Raja yang Tak Akan Pernah Berjalan Sendirian

MO SALAH (istimewa)

​Ketika Anfield Mulai Meragukan Loyalitas dan Kualitasnya, Seluruh Federasi dan Warga Mesir Serempak Turun Tangan: ‘Anda Selalu yang Terbaik, Legenda Terbesar Liverpool’.

​Di Liverpool, angin tak sedap tengah berhembus di sekitar Mohamed Salah. Sang bintang Mesir itu mengaku merasa “ada seseorang yang ingin ia keluar” dan bahkan merasa telah “dilempar ke bawah bus”.

​Kata-kata yang jarang keluar dari mulut seorang Salah, si simbol ketenangan dan dedikasi.

​Badai di Merseyside, Pelukan dari Tanah Nil

​Namun ketika badai mulai terasa di Merseyside, cahaya justru datang dari tanah kelahirannya.

​Hossam Hassan, pelatih Timnas Mesir, mengunggah foto bersama Salah disertai pesan sederhana namun penuh makna: “Selalu menjadi simbol kegigihan dan kekuatan,”. Kalimat itu seperti pelukan dari seorang pemimpin kepada pemain yang sedang terluka.

​Tidak berhenti di situ, Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) menggemakan dukungan. Mereka mengunggah grafis bertuliskan “Raja Mesir”, judul yang sudah melekat pada Salah, serta pesan: “Anda tidak akan pernah berjalan sendirian. Anda selalu yang terbaik.”.

​Para rekan setimnya pun bergerak serempak. Dari Mahmoud Trezeguet yang memanggilnya “legenda” hingga Ahmed “Zizo” Sayed yang bahkan menyebutnya “legenda Liverpool terbesar sepanjang masa”.

​Di Mesir, tak ada keraguan. Tak ada konflik. Tak ada yang mempertanyakan loyalitas atau kualitasnya. Salah adalah simbol. Pemimpin. Ikon nasional.

​Keputusan Final yang Menentukan

​Kini, sang Raja Mesir sedang bersiap menuju Piala Afrika. Timnas Mesir akan membuka perjuangan mereka pada 22 Desember melawan Zimbabwe di Agadir, Maroko.

​Sebelum itu, Salah dijadwalkan meninggalkan Liverpool setelah laga kontra Brighton pada 13 Desember—yang diprediksi menjadi laga terakhirnya di Anfield sebelum AFCON.

​Pertanyaan besar sebelumnya: Apakah Salah akan dibawa ke San Siro untuk laga krusial melawan Inter Milan pada 9 Desember? Jawabannya kini sudah jelas.

Keputusan telah diambil: Mohamed Salah dipastikan tidak masuk dalam skuad Liverpool yang akan bertandang ke markas Inter Milan pada 9 Desember.

​Keputusan ini—di tengah komentar pedas Salah—dianggap sebagai upaya klub untuk “mendinginkan suasana” dan menghindari gangguan tim. Namun, bagi sebagian pihak, keputusan ini hanya semakin menguatkan rumor bahwa masa depannya di Liverpool memang sedang terancam.

​Untuk saat ini, satu hal tetap jelas: Di tengah guncangan, Salah tidak sendirian. Sebuah negara berdiri tegak di belakangnya.

​Dan seperti biasa, Raja tetaplah raja.

Tautan Sumber:

Foto : MO SALAH – The Egyptian King (istimewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *