GETNEWS. — Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) resmi memulai langkah strategis untuk membawa Peresean naik kelas ke panggung nasional dan internasional. Melalui riset standarisasi, adu ketangkasan tradisional Sasak ini tidak hanya diposisikan sebagai atraksi wisata, tetapi sedang dipersiapkan menjadi cabang olahraga (cabor) resmi yang tertata secara profesional.
Analisis Kebijakan: Menyeimbangkan Tradisi dan Formalitas
Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menekankan bahwa di tengah arus modernisasi, Peresean membutuhkan “pagar” regulasi agar nilai sportivitas dan filosofi aslinya tidak tergerus komersialisasi. Standarisasi ini mencakup aspek keselamatan pemain (Pepadu), kriteria kompetisi, hingga tata pelaksanaan yang lebih terstruktur.
GET DATA: Peta Jalan Standarisasi Olahraga Tradisional
| Pilar Strategis | Fokus Riset BRIDA NTB |
|---|---|
| Keamanan Teknis | Standardisasi alat (Penjalin & Ende) untuk proteksi pemain tanpa menghilangkan nilai historis. |
| Formalitas Global | Penyusunan aturan kompetisi agar kompatibel dengan ajang olahraga tradisional nasional & dunia. |
| Pelestarian Filosofi | Melibatkan tokoh adat untuk menjaga roh sportivitas dan solidaritas sosial. |
Strategic Outlook:
Inisiatif BRIDA NTB ini merupakan “Investasi Identitas”. Jika berhasil, Peresean akan mengikuti jejak Pencak Silat atau Muay Thai sebagai instrumen diplomasi budaya yang mendunia. Ini membuktikan bahwa di tengah disrupsi digital, kearifan lokal tetap bisa relevan jika dikelola dengan pendekatan riset yang matang dan terukur.




