Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
getnews.co.id getnews.co.id

get insight

getnews.co.id getnews.co.id

get insight

  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • OASE
  • GET PLANET
  • GET !NSIGHT
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal bersama pimpinan Mataram dan Lombok Barat pada Rabu (21/01/2026) menandai lahirnya era baru: Diplomasi Fiskal Persampahan. (GETNEWS.)
ANALISIS GETNEWS

Diplomasi Kebon Kongok

By Redaksi GETNEWS.
21 Januari 2026 2 Min Read
0

​MATARAM — Selama bertahun-tahun, TPA Regional Kebon Kongok bukan sekadar tempat pembuangan, melainkan monumen kegagalan koordinasi antar-daerah. Namun, rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Lalu Muhamad Iqbal bersama pimpinan Mataram dan Lombok Barat pada Rabu (21/01/2026) menandai lahirnya era baru: Diplomasi Fiskal Persampahan.

Strategic Audit: Beyond Landfill Expansion

Pilar StrategiAnalisis Kedalaman
Konsolidasi AnggaranSkema proporsional mengakhiri ‘tumpang tindih’ tanggung jawab.
Pivot TeknologiTransisi dari Landfill ke Waste to Energy (WTE).
Kedaulatan EnergiSampah tidak lagi dianggap residu, tapi komoditas listrik.

Analisis: Berakhirnya Era ‘Gali-Tutup’

​Keputusan memperluas landfill hanyalah sebuah “nafas buatan” untuk mencegah darurat sampah dalam dua tahun ke depan. Namun, inti dari analisis Getnews terletak pada keberanian Gubernur Iqbal untuk mengunci target Waste to Energy (WTE). Ini adalah pertaruhan teknokratis yang besar; mengubah TPA menjadi pabrik energi berarti NTB mulai mengadopsi standar kota-kota global seperti Singapura atau Tokyo.

​Diplomasi Kebon Kongok ini berhasil karena Gubernur tidak hanya memberi instruksi, tapi juga memimpin pembebasan lahan sebagai stimulan fiskal. Mataram dan Lombok Barat tidak lagi bisa saling tunjuk, karena beban anggaran telah dipatok secara presisi.

​Menuju Comeback Factor

​Gubernur menekankan pentingnya comeback factor—teknologi yang mampu memproduksi kembali energi tanpa sisa sisa deduksi. Jika ini terealisasi, maka APBD tidak akan lagi “dibuang” ke lubang sampah, melainkan diinvestasikan ke infrastruktur energi terbarukan. Pertanyaannya kini: seberapa cepat birokrasi di kementerian pusat menyelaraskan regulasi agar investasi swasta yang sudah mengantre bisa segera melakukan groundbreaking?

“Masalah sampah adalah cermin dari cara kita mengelola masa depan. Memilih teknologi di atas sekadar menimbun lahan adalah tanda kematangan sebuah pemerintahan.”

Dogma Digital — Diplomasi Kebon Kongok adalah bukti bahwa koordinasi lintas daerah bisa dicapai jika ada ketegasan di meja perundingan. Getnews memandang perluasan lahan hanyalah jembatan menuju industrialisasi sampah. Kita sedang menyaksikan transisi dari NTB yang ‘membersihkan diri’ menjadi NTB yang ‘memberdayakan diri’. Jika skema WTE ini berjalan, Kebon Kongok tidak akan lagi menjadi nama yang dihindari, melainkan pusat inovasi energi yang membanggakan di Pulau Lombok.

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

TPA KEBON KONGOK
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Previous

Audit Sampah: Skema 40-40-20

Next

Audit Lapangan: Gubernur Iqbal Menagih Akar Masalah

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 — getnews.co.id.