Nusa Tenggara Barat

Dompet Rakyat Aman! Gubernur Iqbal Bongkar Rahasia APBD NTB Hemat Rp 25 Miliar dari Mobil Listrik

Dok. Kominfo NTB

Mataram, GETNEWS – Ada kabar baik dari Kantor Gubernur NTB. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB tahun 2026 siap disahkan dengan komitmen ganda: efektif di lapangan dan hemat di kantong.

​Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), menegaskan bahwa setiap rupiah dalam APBD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, kejutan terbesar datang dari rencana efisiensi yang ambisius.

Rahasia Hemat Rp 25 Miliar: Pensiunkan Mobil Konvensional

​Dalam Rapat Paripurna persetujuan Raperda APBD 2026 (28/11/2025), Miq Iqbal mengungkapkan langkah strategis pemerintah untuk menekan biaya operasional: Transisi ke kendaraan dinas listrik.

​“Dengan kendaraan listrik, kita bisa menghemat sekitar 5 hingga 25 miliar rupiah per tahun dibandingkan pemeliharaan kendaraan konvensional,” tandasnya.

​Penghematan fantastis ini memastikan anggaran yang selama ini terbuang untuk perawatan bensin dan suku cadang bisa dialihkan langsung ke sektor pembangunan yang lebih produktif, sesuai dengan komitmen APBD 2026.

APBD 2026: Komitmen Hingga Dini Hari

​Miq Iqbal mengapresiasi kerja keras DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang telah bekerja non-stop menyelesaikan pembahasan APBD 2026.

​“Laporan dari staf, sering saya terima jam satu atau dua dini hari. Banyak yang tetap bekerja meski dalam kondisi tidak fit. Untuk itu saya berterima kasih,” tuturnya, memberikan sentuhan humanis pada proses yang panjang.

​APBD 2026 sendiri fokus pada enam prioritas utama, yaitu: penguatan SDM, peningkatan daya saing ekonomi, penciptaan lapangan kerja, penanggulangan kemiskinan, dan ketahanan lingkungan.

​Untuk meningkatkan pendapatan daerah, pemerintah juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui ekstensifikasi sektor potensial dan percepatan inventarisasi aset.

Respon Cepat Bencana: Jembatan Darurat Tuntas 7 Hari

​APBD 2026 tidak hanya bicara efisiensi, tetapi juga kecepatan respons. Menanggapi banjir yang melanda Bima dan Lombok Timur, pemerintah telah bergerak cepat menyiapkan pemasangan Jembatan Bailey (jembatan darurat).

​“Jembatan ini hanya membutuhkan waktu tujuh hari untuk berdiri, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial bisa segera kembali berjalan,” jelasnya.

​Selain itu, program strategis infrastruktur terus berjalan, seperti revitalisasi jalan daerah, rehabilitasi irigasi, perbaikan sekolah, dan pengembangan kampung nelayan yang ditargetkan mencapai 40 lokasi pada 2026–2027.

​Pada akhirnya, Miq Iqbal menegaskan bahwa APBD 2026 adalah komitmen moral dan politik. Beliau mengajak seluruh masyarakat, akademisi, dan dunia usaha untuk turut aktif. “Semangat kebersamaan seluruh masyarakat NTB adalah kunci pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.