GET SPORT — Sambil menyeruput kopi hangat saat Mataram diguyur hujan lebat, menonton drama Premier League adalah hiburan “masokis” terbaik. Kita semua tahu skenarionya: Pemain melakukan selebrasi gila-gilaan, penonton sudah teriak histeris, tapi tiba-tiba seorang pria berbaju kuning di pinggir lapangan menempelkan jari ke telinga.
Selamat datang di era VAR, di mana kegembiraan bisa tertunda lebih lama daripada nunggu jemuran kering di musim hujan Mataram.
Bukan Premier League namanya kalau tanpa keputusan absurd wasit. Musim ini, kita tidak hanya melihat “hujan” di lapangan, tapi juga hujan kartu kuning untuk protes yang sebenarnya sangat manusiawi. GETNEWS melakukan “Audit Emosi” terhadap drama yang bikin suporter bolak-balik cek tensi darah.
AUDIT DRAMA PREMIER LEAGUE: VAR & WASIT EDITION
Verified by “Suporter Darah Tinggi” Integrated Command




